Pawai Lampion dan Obor, Hiasi Takbir Keliling Desa Babakanreuma

  • 31 Mar 2025 05:18 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Kuningan: Di tengah keheningan malam yang dipenuhi semilir angin, suara takbir yang menggema mengisi udara Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindang Agung, Kabupaten Kuningan. Sejak pukul 20.00 WIB, suasana desa yang biasanya tenang berubah menjadi penuh kegembiraan. Warga dari lima kampung di desa ini berkeliling menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, dalam tradisi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan.

Tak hanya sekadar seremoni keagamaan, Takbir Keliling adalah momen yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Dengan membawa obor dan lentera, warga dari segala usia mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, berjalan bersama mengelilingi desa, mengumandangkan takbir dengan penuh semangat. Pawai ini disertai dengan hiasan lampu-lampion yang menghiasi jalanan, menciptakan pemandangan indah yang mempesona sepanjang perjalanan.

Kepala Desa Babakanreuma, H. Nur Hidayat, menjelaskan tradisi Takbir Keliling ini merupakan warisan budaya yang telah dilestarikan turun-temurun. Menurutnya, selain sebagai bentuk rasa syukur, Takbir Keliling juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga desa.

"Setiap tahun, warga dari lima kampung saling berkumpul dan berkeliling bersama. Ini adalah saat yang dinantikan oleh seluruh masyarakat, baik sebagai ungkapan kebahagiaan maupun sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan," ujar H. Nur Hidayat, Senin (30/3/2025) malam.

Malam itu, tak hanya takbir yang terdengar, tetapi juga gelak tawa dan saling sapa antara warga yang bertemu di sepanjang perjalanan. Satu demi satu kelompok berkumpul, saling bergabung, dan semakin menambah semarak takbir yang membahana di udara malam.

Di sepanjang perjalanan, tak jarang terlihat beberapa warga berhenti sejenak untuk berfoto bersama di bawah cahaya lampu lampion yang menghiasi desa. Momen ini menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan ini adalah perayaan kebersamaan yang membawa rasa damai dan sukacita.

Kuwu Nur Hidayat menambahkan meski tantangan modernisasi sering kali mengancam keberlangsungan tradisi, masyarakat Desa Babakanreuma tetap berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya ini.

"Kami berharap tak hanya kami, tetapi generasi mendatang juga bisa terus melanjutkan tradisi ini. Takbir Keliling adalah bagian dari identitas kami sebagai warga Desa Babakanreuma," ujarnya.

Sambil menikmati pemandangan malam yang dihiasi lampu-lampion dan suara takbir yang menggema, warga menuntaskan perjalanan mereka hingga tiba di masjid utama desa. Di sana, mereka berkumpul untuk melaksanakan doa bersama, memanjatkan harapan agar Idul Fitri membawa berkah, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh umat.

Dengan penuh kegembiraan dan harapan, Takbir Keliling di Desa Babakanreuma tahun ini kembali mengukuhkan bahwa tradisi ini bukan hanya sekadar ritual agama, melainkan sebuah bentuk ikatan sosial yang sangat kuat.

Di tengah dunia yang terus berkembang, kebersamaan yang terjalin dalam tradisi ini tetap menjadi kekuatan yang membawa masyarakat lebih dekat satu sama lain, serta memperkuat akar budaya dan agama yang telah ada sejak lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....