BI Cirebon Bina Kopi Arabika Buana Ciremai Tembus Pasar Internasional
- 15 Sep 2026 16:39 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon terus membina komoditas Kopi Arabika Buana Ciremai di kawasan lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan dan Majalengka, untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta memperluas akses pasar hingga internasional. Pembinaan dilakukan dari hulu hingga hilir melalui dukungan sarana produksi, peningkatan kualitas pascapanen, penguatan pemasaran, dan pembukaan akses pasar bagi petani maupun pelaku usaha kopi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan kopi memiliki potensi besar sebagai komoditas ekspor sehingga BI mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kopi di wilayah Ciayumajakuning. Menurutnya, pendampingan dilakukan secara bertahap agar kopi lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar dalam negeri, tetapi juga dikenal di pasar internasional.
“Ketika kita bicara ekspor, komoditas kopi ini adalah komoditas yang sangat potensinya besar untuk diekspor. Sehingga, Bank Indonesia khususnya di Cirebon juga mendorong untuk peningkatan produktivitas, kualitas untuk komoditas kopi,” ujar Wihujeng di Kabupaten Kuningan, Kamis, 10 September 2026.
Dukungan BI dirasakan langsung oleh pelaku kopi di kawasan Buana Ciremai, salah satunya Robi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Pasir Tengah di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Ia mengatakan bantuan BI mencakup dukungan peralatan dan pemasaran yang membantu petani mengembangkan usaha kopi dari sisi produksi hingga penjualan.
“iya BI mendukung kami dari alat, segala rupa, alhamdulillah gitu untuk daya dukung dari BI mulai dari hulu ke hilir itu misalnya contoh dari mulai cangkul lah contoh kasarnya gitu, itu sudah dapat semua untuk alat, bahan, segala rupa,” kata Robi.
Selain dukungan sarana, BI juga membantu membuka peluang pemasaran melalui berbagai kegiatan dan ajang promosi, termasuk membawa mitra binaan ke pasar internasional. Robi mengatakan akses pemasaran tersebut membuat peluang penjualan kopi semakin terbuka, dengan produk yang umumnya dipasarkan dalam bentuk green bean dan telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia serta pasar luar negeri.
“Iya, peluang pembukaan pasar. Ya, alhamdulillah sekarang didampingi dengan BI, alhamdulillah untuk pemasaran ya mulai terbuka gitu,” ucap Robi.
Perluasan pasar tersebut menjadi bagian dari upaya BI meningkatkan nilai ekonomi kopi lokal sekaligus mendorong kesejahteraan petani di kawasan penghasil kopi. Wihujeng mengatakan pendampingan juga dilakukan secara berkelanjutan hingga mitra mampu berkembang secara mandiri dan kemudian BI dapat beralih mendampingi pelaku usaha lainnya.
“Dan dari sisi hilir, kita lakukan pendampingan untuk promosi pemasaran, baik nasional dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan di nasional, maupun di internasional agar kopi ini bisa dinikmati dan terkenal tidak hanya di nasional tapi juga internasional,” ujar Wihujeng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....