UMKM Mitra RRI Cirebon Ikuti Webinar RRI Fest 2026, Dorong Tembus Pasar Global
- 03 Sep 2026 12:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mitra RRI Cirebon mengikuti Webinar Nasional dalam rangkaian RRI Fest 2026 secara daring melalui Zoom pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh wawasan dan strategi pengembangan usaha, khususnya dalam memperluas akses pasar hingga tingkat global.
Ketua Panitia RRI Fest 2026 RRI Cirebon, Ridwan Muhammad Rizki, mengatakan pihaknya telah membagikan tautan webinar kepada sejumlah UMKM Mitra yang selama ini aktif mengikuti program dialog di RRI Cirebon. “Beberapa sudah kami bagikan karena sistemnya itu via Zoom yang terpusat. Kami membagikan link tersebut ke UMKM-UMKM mitra yang sering mengisi dialog di RRI,” ujarnya.
Menurutnya peserta dari kalangan UMKM yang mengikuti webinar berasal dari jaringan mitra RRI Cirebon serta hasil kerja sama dengan Gekrafs. Jumlah peserta UMKM yang terlibat disebut mencapai puluhan pelaku usaha.
Ia menyebut antusiasme pelaku UMKM terhadap webinar tersebut cukup tinggi. Bahkan, sejumlah pelaku usaha telah menanyakan keberlanjutan kegiatan serupa sebelum webinar digelar.
“Untuk dari UMKM-nya sendiri, kemarin beberapa sudah menanyakan juga sebelum adanya webinar ini, apakah diadakan kembali atau tidak. Mereka sangat antusias, menunggu tiap tahunnya terkait materi-materi yang fresh bagi mereka,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu materi yang menjadi perhatian pelaku UMKM pada RRI Fest 2026 adalah strategi membawa produk UMKM menuju pasar global. Menurutnya, materi tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas pemasaran.
Sementara itu pada pembukaan Webinar Nasional dalam rangkaian RRI Fest 2026, Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam, dalam sambutannya mengatakan RRI sejak 2021 terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM di berbagai daerah melalui jaringan siaran maupun platform digital. RRI berupaya menjadi wadah edukasi dan informasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem UMKM.
“Radio Republik Indonesia sejak tahun 2021 itu sangat intens sekali memberikan ruang yang sangat besar di seluruh Indonesia kepada pelaku-pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan usaha. Teknologi digital dinilai mampu menghapus batas wilayah sehingga pelaku UMKM dapat menjangkau konsumen lintas daerah hingga lintas negara.
Ia mendorong kolaborasi antara RRI, pemerintah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk membangun ekosistem pendukung UMKM. Sinergi ini diharapkan mampu membantu UMKM naik kelas sekaligus meningkatkan daya saing produknya.
Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian, mengatakan peluang UMKM Indonesia untuk menembus pasar global semakin terbuka seiring dengan luasnya jaringan kerja sama Indonesia dengan berbagai negara. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dimanfaatkan dengan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas produk UMKM.
“Indonesia sudah meratifikasi banyak sekali perjanjian kerja sama dengan berbagai negara yang memang menjadi mitra kita. Tentunya ini menjadi kesempatan kita untuk mendorong berbagai produk UMKM, produk kreatif ke pasar global,” ujarnya.
Ia mengatakan, Gekrafs saat ini telah memiliki jaringan di 38 provinsi, 330 kabupaten/kota, serta 12 negara. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu pintu bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas akses pasar serta membangun kolaborasi di tingkat internasional.
“Kita sekarang sudah ada 12 negara. Caranya tentu bisa nanti dikurasi yang terbaik, kolaborasi dengan Gekrafs di provinsi masing-masing, supaya bagaimana produk-produk itu bisa menjadi kebanggaan kita semua. Market-nya sudah ada, tinggal kita manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara RRI dan Gekrafs melalui RRI Fest 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Kerja sama ini ditujukan untuk mendorong usaha lokal naik kelas serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Dalam webinar tersebut, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza, menekankan tiga aspek utama bagi UMKM untuk menembus pasar global. Ketiga aspek penting tersebut meliputi teknologi, kemitraan, dan perluasan akses pasar.
“Teknologi meningkatkan produktivitas dan inovasi, kemitraan memperkuat skala dan standar. Sementara akses pasar memastikan peningkatan kapasitas tersebut bertemu dengan permintaan yang luas,” katanya.
Ia mengajak pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada pemasaran digital, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas hingga mengelola keuangan dan persediaan. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan membantu mereka memahami kebutuhan konsumen, memanfaatkan data, serta menciptakan inovasi.
Ia juga menegaskan kesiapan produk menjadi faktor penting sebelum UMKM memasuki pasar global. Kualitas, sertifikasi, desain, kemasan, merek, kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan harus diperhatikan agar produk mampu bersaing di pasar internasional.
Webinar RRI Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi pelaku UMKM. Acara ini juga didorong agar para pelaku usaha mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk mengembangkan bisnis serta memperluas jaringan pemasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....