Opak Setir, Jajanan Unik Khas Majalengka Berbentuk Kemudi Mobil

  • 29 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Di tengah menjamurnya aneka makanan modern, jajanan tradisional khas Majalengka masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah opak setir, penganan unik berbentuk bulat menyerupai kemudi mobil.

Keunikan jajanan tersebut tidak hanya terletak pada bentuknya. Di balik keberadaannya, ada perjuangan pedagang tradisional yang selama bertahun-tahun memilih tetap berjalan dari satu tempat ke tempat lain untuk memperkenalkan cita rasa khas daerah.

Adalah Bapam Riben Gunawan (75), warga Desa Kepuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, yang hingga kini masih setia menjajakan aneka makanan tradisional secara berkeliling. Lebih dari delapan tahun aktivitas tersebut dijalaninya.

Setiap hendak berdagang, Riben berangkat dari Lemahsugih menggunakan angkutan elf. Setelah tiba di wilayah tujuan, ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan dipikul dagangannya dari satu rumah ke rumah lainnya.

"Sudah lebih dari delapan tahun saya jualan seperti ini. Berangkat dari Lemahsugih naik elf, kemudian keliling membawa dagangan," kata Riben saat ditemui tengah berjualan, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Tak hanya menyambangi rumah warga, Riben juga menawarkan jajanan dagangannya ke sejumlah kantor dan dinas pemerintahan. Bahkan, dagangannya pernah dibawa hingga ke Pendopo Kabupaten Majalengka.

Beragam jajanan tradisional menjadi isi dagangan yang dibawanya. Mulai dari opak amis atau manis, opak asin, opak setir, wajit waluh, hingga tengteng wijen.

Di antara jajanan tersebut, opak setir menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Bentuknya bulat dengan bagian tengah yang menyerupai kemudi mobil, sehingga masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan opak setir.

Berbeda dengan opak asin, opak setir memiliki cita rasa manis. Jajanan tradisional ini dijual dengan harga Rp30 ribu per kemasan yang berisi 12 buah.

"Yang dibawa macam-macam. Ada opak amis (manis), opak asin, opak setir, wajit waluh sama tengteng wijen," ujar Riben.

Bagi Riben, berjualan secara berkeliling bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan. Rutinitas tersebut telah menjadi bagian dari kesehariannya selama bertahun-tahun.

Dari Lemahsugih, ia membawa sendiri aneka jajanan tradisional untuk ditawarkan kepada warga maupun pegawai di berbagai perkantoran. Jarak dan usia tidak membuatnya berhenti menjalankan aktivitas tersebut.

Hingga kini, Riben masih terus menyusuri berbagai tempat sambil menggendong dagangannya. Dari langkahnya, jajanan tradisional khas Majalengka seperti opak setir tetap memiliki ruang untuk dikenal dan dinikmati, sekaligus menjadi bagian dari cerita kuliner lokal yang terus bertahan di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....