Kunci Bangkitkan Koperasi Daerah: Edukasi dan Inovasi Usaha
- 14 Jul 2026 00:46 WIB
- Cirebon
RRI.co.id, Cirebon – Kebangkitan koperasi melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dinilai perlu diawali dengan penguatan pemahaman anggota dan pengurus agar koperasi di wilayah Ciayumajakuning tidak lagi hanya berorientasi pada usaha simpan pinjam, melainkan berkembang ke sektor riil yang mampu memberdayakan masyarakat. Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag., mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan utama implementasi program nasional di tingkat daerah karena masih banyak koperasi yang belum memahami fungsi dan tujuan pendiriannya.
Menurut Abdul Aziz, mayoritas koperasi selama ini identik dengan aktivitas pinjam meminjam sehingga inovasi usaha menjadi sangat terbatas dan akhirnya banyak koperasi tidak berkembang bahkan berhenti beroperasi. Ia mengatakan lemahnya pemahaman anggota maupun pengurus menyebabkan koperasi kehilangan arah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kebanyakan yang terlintas itu adalah koperasi simpan pinjam. Akhirnya anggota berpikir koperasi itu tempat meminjam, padahal koperasi itu dari kita, oleh kita, untuk kita," ujar Abdul Aziz kepada RRI Senin, 13 Juli 2026 .
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat edukasi mengenai konsep koperasi, baik koperasi konvensional maupun koperasi syariah, agar pengurus mampu menciptakan inovasi usaha sesuai potensi anggotanya. Menurutnya, koperasi semestinya menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi anggota, bukan sekadar menyediakan layanan pembiayaan.
Abdul Aziz menambahkan usaha simpan pinjam juga memiliki risiko yang cukup tinggi apabila tidak dikelola secara profesional karena berpotensi mengalami kredit macet dan berujung pada berhentinya kegiatan koperasi. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu penyebab banyak koperasi yang selama ini mengalami masa tidak aktif atau "tidur panjang".
"Koperasi itu bukan hanya sekadar simpan pinjam, tetapi bagaimana anggota koperasi bisa memberdayakan dirinya yang diwakili oleh pengurus," kata Abdul Aziz.
Ia juga menilai pembentukan koperasi seharusnya lahir dari kesadaran masyarakat sehingga seluruh anggota memahami tujuan bersama yang ingin dicapai, bukan sekadar memenuhi program dari pemerintah. Menurutnya, koperasi yang dibangun secara top down tanpa kesiapan anggota berpotensi kehilangan arah dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Abdul Aziz berharap momentum Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi titik kebangkitan koperasi di daerah melalui peningkatan kapasitas pengurus, penguatan edukasi anggota, serta pengembangan usaha produktif berbasis kebutuhan masyarakat. Ia meyakini koperasi yang dikelola secara inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan anggota akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menyukseskan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....