PIDERMA Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren lewat Penguatan UMKM Santri
- 29 Jun 2026 15:32 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pondok pesantren didorong memiliki unit usaha yang produktif dan berkelanjutan melalui kegiatan Upskilling UMKM Pondok Pesantren Jawa Barat yang digelar di Pondok Ilmu Derma Agung (PIDERMA), Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Kamis, 25 Juni 2026. Pengurus Pondok Pesantren PIDERMA, Gus Hanif, menilai program hasil kolaborasi PT Pertamina EP Zona 7, SKK Migas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), ISKI, dan berbagai pihak tersebut menjadi langkah awal memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Gus Hanif mengatakan Pondok Ilmu Derma Agung bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk membangun ekosistem ekonomi pesantren yang lebih kuat.
Ia berharap setiap pondok pesantren ke depan mampu memiliki unit usaha yang produktif sehingga dapat menopang kebutuhan operasional lembaga sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri. "Harapan kami bukan hanya menghadirkan pesantren yang unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan santri yang memiliki kemampuan berwirausaha, memahami digitalisasi, serta siap mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya dalam rilis yang diterima RRI Senin 29 Juni 2026.
Gus Hanif mengatakan potensi usaha yang dimiliki pondok pesantren sangat beragam, mulai dari produk olahan makanan seperti keripik usus, budidaya ikan air tawar seperti nila, gurami, dan lele, hingga peternakan kambing maupun ayam. Menurutnya, berbagai potensi tersebut dapat berkembang lebih besar apabila didukung peningkatan kapasitas pengelolaan usaha dan pendampingan yang berkesinambungan.
Ia menilai pelatihan yang diberikan memberikan bekal penting bagi pelaku UMKM pesantren dalam mengembangkan usaha secara profesional. Materi mengenai pengelolaan usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital dinilai sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lingkungan pesantren saat ini.
Gus Hanif berharap program serupa tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak pondok pesantren di Jawa Barat. "Program seperti ini kami harapkan tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pondok pesantren. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, kami optimistis pesantren dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mencetak generasi yang mandiri dan berdaya saing," katanya.
Melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi berbagai pihak, pondok pesantren diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga melahirkan pelaku usaha yang adaptif, mandiri, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....