Warga Binaan Lapas Indramayu Ikuti Pelatihan Tas Rajut

  • 12 Mei 2026 21:16 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan pembuatan tas rajut bagi warga binaan wanita yang digelar pada 11–12 Mei 2026 di Selasar Blok Wanita Lapas Indramayu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan CV. Iswelaa Rajut. Sebanyak 18 warga binaan perempuan mengikuti pelatihan dengan penuh antusias.

Dalam kegiatan itu, para peserta dibimbing secara langsung untuk mempelajari teknik dasar hingga proses pembuatan tas rajut. Produk hasil pelatihan tersebut memiliki nilai ekonomis dan berpotensi dipasarkan sebagai produk UMKM.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program itu bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembentukan sikap dan mental, tetapi juga pada pemberian keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pelatihan tas rajut ini, kami berharap warga binaan perempuan dapat memiliki bekal usaha yang bermanfaat untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Berthoni.

Ia menambahkan kegiatan tersebut sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin ketiga mengenai penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM. Menurutnya, warga binaan juga harus diberdayakan agar memiliki kesempatan hidup mandiri dan produktif.

“Warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang harus diberdayakan. Dengan keterampilan seperti ini, mereka memiliki kesempatan untuk lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ucapnya menambahkan.

Pelatihan tas rajut ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Lapas Indramayu terhadap program pembinaan berbasis keterampilan. Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat berwirausaha bagi para peserta.

Ke depan, Lapas Indramayu akan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, khususnya bagi warga binaan wanita. Pengembangan produk kerajinan juga akan terus didorong agar memiliki daya saing dan nilai tambah di pasaran.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan program pembinaan berjalan efektif. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.





Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....