Promosi Digital Jadi Strategi UMKM di Scene Market Dekranasda Cirebon

  • 11 Mar 2026 20:47 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pembukaan kegiatan Dekranasda Scene Market di Kota Cirebon menjadi wadah baru bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya dan memperluas pasar. Kegiatan ini menghadirkan berbagai produk kreatif mulai dari fashion, aksesori, hingga karya seni lukis.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Dr. Iing Daiman, S.IP., M.Si, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha kreatif, khususnya anak-anak muda. Menurutnya, pendekatan promosi di tahun 2026 kini semakin memanfaatkan kanal digital dan media sosial.

“Cara promosi di 2026 tentunya kita lebih banyak menggunakan kanal-kanal online ya, melalui media sosial dan lain sebagainya. Jadi makanya kami ketika ada anak-anak muda kreatif, inovatif, kami rangkul, kami fasilitasi, kami ajak kolaborasi karena mereka ide-idenya ada saja,” ujar Iing pada Media pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ia mencontohkan kreativitas pelaku usaha yang mampu melakukan rework atau mengolah kembali pakaian lama menjadi produk baru yang lebih menarik. Produk tersebut disesuaikan dengan segmentasi pasar sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Iing Daiman menambahkan, antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak sebelum acara resmi dibuka. Bahkan transaksi pembelian sudah terjadi karena produk yang ditawarkan dinilai menarik dan sesuai dengan minat pasar.

“Acara tadi belum mulai, transaksi sudah banyak, sudah beli gitu teman-teman itu. Ini suatu yang berarti kan ada ketertarikan, kemenarikan tersendiri,” katanya.

Selain kreativitas produk, harga yang ditawarkan para pelaku usaha juga relatif terjangkau bagi pengunjung. Beberapa produk fashion dijual mulai dari Rp100 ribu per potong, sementara karya lukisan juga diberikan potongan harga khusus.

“Harga yang ditawarkan kalau saya lihat murah ya. Tadi saya lihat ada yang Rp100.000 satu pieces-nya, termasuk lukisan-lukisan juga ini diskon sampai 50 persen,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan pelaku usaha turut berpartisipasi menampilkan produknya kepada masyarakat. Iing menyebutkan jumlah peserta cukup banyak meski lokasi kegiatan memiliki keterbatasan ruang.

“Yang ada pelukis saja 30, terus dari brand lokal itu ada 8, terus non-brand lokal itu ada 7, termasuk yang aksesori dan lainnya. Kalau dihitung lebih dari 50 yang terlibat,” ucapnya.

Rekomendasi Berita