Produksi Rumahan Barongsai Mini Laris di Cap Go Meh

  • 04 Mar 2026 15:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Suasana perayaan Cap Go Meh di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Selasa, 3 Maret 2026, tidak hanya dipadati umat dan pengunjung, tetapi juga diramaikan pedagang pernak-pernik khas Imlek. Momen hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek ini menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil yang memanfaatkan keramaian acara.

Salah satu pedagang, Jojo, warga Desa Jamblang, tampak menjajakan barongsai mini hasil produksinya sendiri di sekitar lokasi perayaan. Ia mengaku tetap berjualan setiap hari, namun momentum Imlek dan Cap Go Meh memberikan peningkatan penjualan yang cukup signifikan.

“Kalau jualan setiap hari, cuma kalau di hari besarnya hanya di imlek saja,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 4 Maret 2024.

Jojo mengetahui adanya perayaan Cap Go Meh di lokasi tersebut melalui media sosial sehingga memutuskan untuk membuka lapak sejak pagi hari. “Saya tau adanya acara cap go meh disini itu dari social media di facebook,” katanya.

Ia mulai berjualan sejak pukul 08.00 WIB untuk menjangkau pengunjung yang datang lebih awal. Harga barongsai mini yang ditawarkan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per buah, menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan.

Menurutnya, dibandingkan hari biasa, penjualan saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh memang lebih ramai. Hingga siang hari, ia mencatat telah menjual sebanyak 20 barongsai mini kepada pengunjung yang datang dari berbagai wilayah.

Seluruh produk yang dijual merupakan hasil produksi rumahan yang dikerjakan bersama istrinya. Ia berharap perayaan budaya seperti Cap Go Meh terus dilestarikan karena selain memperkuat tradisi, juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat kecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....