Produk Busana Impor Murah dan Thrifting Dinilai Ancam UMKM Lokal

  • 27 Feb 2026 14:18 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Maraknya produk impor murah dan pakaian bekas (thrifting) dinilai menjadi ancaman serius bagi UMKM fashion lokal. Kondisi ini membuat persaingan semakin tidak seimbang.

Salah satu pelaku UMKM busana di Cirebon, Didi Kusnadi mengatakan salah satu contohnya adalah kerudung impor yang harganya bisa sangat murah di pasaran. “Kerudung itu sampai ke tangan-tangan supplier kita itu bisa sampai harga 2.000–5.000-an,” ujarnya saat dihubungi RRI pada Rabu 25 Februari 2026.

Ia mengatakan harga murah memang cenderung menarik bagi konsumen. Namun sebagai pelaku usaha, kondisi itu memukul produksi lokal, “tapi dampak panjangnya dapat menghancurkan UMKM lokal kita,” katanya.

Selain impor baru, penjualan thrifting juga dinilai masih marak di sejumlah wilayah. “Bukan masih ada, malah terlihat nambah banyak,” katanya.

Ia menilai regulasi harus ditegakkan secara konsisten agar tidak hanya menjadi euforia sesaat. Pengawasan di lapangan juga perlu diperkuat.

Didi berharap pemerintah lebih bijak dalam melindungi industri tekstil dalam negeri. Keberlangsungan UMKM dinilai penting bagi perekonomian daerah.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia optimistis pelaku usaha lokal mampu bersaing. Tanpa perlindungan, UMKM berpotensi semakin tergerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....