Bulog Cirebon Serap Gabah Rp6.500 dan Jual Beras di Bawah HET
- 07 Okt 2026 12:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Perum Bulog Cabang Cirebon menjaga keseimbangan antara perlindungan harga gabah petani dengan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat melalui penyerapan gabah sesuai harga pembelian pemerintah serta penyaluran beras di bawah harga eceran tertinggi. Strategi tersebut dilakukan agar petani tetap memperoleh harga yang sesuai ketentuan, sementara masyarakat Cirebon tetap dapat membeli beras dengan harga terjangkau di tengah tekanan harga pangan.
Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Sandi Kusuma, mengatakan penyerapan gabah dilakukan dengan mengacu pada harga pembelian pemerintah atau HPP sebesar Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu cara Bulog menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dengan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.
“Kami dari Bulog akan melakukan penyerapan dengan harga gabah itu sesuai HPP Rp6.500,” ujar Sandi dalam Dialog “Cirebon Menyapa”, Senin, 5 Oktober 2026. Ia menjelaskan harga tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengendalian agar penyerapan gabah tetap memberikan perlindungan bagi petani.
Di sisi konsumen, Bulog menyalurkan beras medium melalui komoditas Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP dengan harga jual maksimal Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut berada di bawah HET beras medium yang disebut Sandi sebesar Rp13.500, sehingga masyarakat memperoleh alternatif beras dengan harga lebih rendah.
“Kami menjualnya di bawah HET, yaitu di bawah secara beras medium itu di bawah Rp13.500, tapi kita memiliki namanya komoditi SPHP, SPHP ini harga jualnya tidak boleh melebihi dari Rp12.500,” kata Sandi. Menurutnya, pengaturan harga tersebut membuat proses dari penyerapan hingga penyaluran beras masih berada dalam batas yang dapat dijangkau masyarakat.
Bulog juga menyediakan beras premium dengan harga penjualan yang disebut berada di bawah HET, yakni sekitar Rp14.900 per kilogram, dan menyalurkannya melalui berbagai kegiatan termasuk Mol Pangling serta Toko Peduli Inflasi. Penyaluran tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki pilihan komoditas sekaligus membantu menjaga agar harga beras di pasar tidak melonjak terlalu tinggi.
Keseimbangan antara penyerapan gabah dan penyaluran beras menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas pangan di Cirebon, karena perlindungan terhadap petani tetap berjalan bersamaan dengan intervensi harga di tingkat konsumen. Dengan mekanisme tersebut, Bulog berupaya memastikan harga di tingkat produsen tetap terjaga dan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....