Akademisi Nilai MOL Pangling Efektif Kendalikan Inflasi untuk Jangka Pendek
- 05 Okt 2026 14:04 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Mobil Pangan Keliling (MOL Pangling) dinilai efektif dalam jangka pendek untuk membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Cirebon melalui pemangkasan rantai distribusi pangan. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Tedi Kustandi, mengatakan penyaluran komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula secara langsung dari Bulog ke pemukiman warga dapat mengurangi biaya transaksi yang biasanya dikeluarkan masyarakat.
Menurut Tedi, pemangkasan rantai distribusi membuat masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus menanggung biaya transportasi dan waktu tambahan untuk mendatangi lokasi penjualan pangan. Kondisi tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena selisih biaya yang biasanya muncul dalam proses memperoleh kebutuhan pangan dapat ditekan.
“Kalau kata saya, MOL Pangling ini bagus, tapi kalau dalam skala jangka pendek, dia tergolong tinggi,” ujar Tedi kepada RRI.
Ia mengatakan intervensi pangan melalui MOL Pangling juga dapat membantu pemerintah menjaga kondisi pasar ketika masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, keberadaan program yang menyediakan pangan dengan harga lebih terjangkau dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga dan mencegah pembelian secara berlebihan.
“Terus biasanya kalau pemerintah sudah mulai melakukan program intervensi pangan seperti ini tuh, dia bisa menekan panic buying. Dia bisa menekan panic buying, jadi otomatis inflasi bisa dijaga, seharusnya ya,” kata Tedi.
Meski demikian, Tedi menilai efektivitas tersebut masih memiliki keterbatasan karena kapasitas MOL Pangling bergantung pada jumlah armada dan stok barang yang dapat dibawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Keterbatasan kapasitas tersebut perlu menjadi perhatian agar manfaat program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh warga di lokasi yang menjadi rute mobil pangan.
Tedi mengatakan keterbatasan stok menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program karena kebutuhan pangan masyarakat cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah Kota Cirebon. Menurutnya, pemerintah perlu melihat kemampuan armada serta ketersediaan komoditas agar intervensi harga melalui MOL Pangling tetap efektif dalam jangka pendek.
“Cuman kalau saya baca, dia masih punya keterbatasannya karena saya enggak tahu nih, armada mobilnya ada berapa, cuman yang pasti, masih keterbatasan dari stok barang yang bisa dibawa oleh si mobil tersebut,” ucap Tedi.
Dengan demikian, MOL Pangling dinilai telah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah yang dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan harga pangan dalam jangka pendek, terutama melalui pemangkasan rantai distribusi dan pengurangan biaya transaksi. Namun, penguatan jumlah armada dan kapasitas stok tetap diperlukan agar efektivitas program dalam menjaga keterjangkauan harga pangan dan mendukung pengendalian inflasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....