RUPS PT SMU, Bupati Majalengka: Bisnis Kolaps Amputasi Saja

  • 08 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sindangkasih Multi Usaha (SMU) menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Majalengka. Jawa Barat. Bupati Majalengka H. Eman Suherman menilai performa perusahaan masih belum menggairahkan sehingga diperlukan langkah penyehatan dan strategi bisnis yang lebih agresif.

Bupati Eman mengatakan, kondisi PT SMU saat ini tidak terlepas dari persoalan yang diwarisi ketika kewenangan pengelolaan perusahaan dilanjutkan dalam kondisi yang cukup berat. "Performa perusahaan ini masih belum menggairahkan. Saya memaklumi karena mereka menerima kewenangan untuk melanjutkan dalam kondisi sedang sakit, bahkan bisa dikatakan stadium empat," ujar Eman Suherman seusai RUPS PT SMU, Selasa, 8 September 2026.

Menurutnya, dari sejumlah bidang usaha yang dijalankan, sektor gas menjadi salah satu lini yang masih menunjukkan kinerja sehat. Sementara bidang usaha lainnya perlu dievaluasi berdasarkan kemampuan menghasilkan keuntungan dan kontribusi bagi perusahaan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka sebagai pemilik saham akan memberikan dukungan sekaligus arahan untuk memperbaiki performa PT SMU. Salah satunya dengan mengoptimalkan aset milik pemerintah daerah yang memungkinkan untuk dikerjasamakan.

Eman Suherman menegaskan, perbaikan kinerja menjadi penting untuk meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor. "Bagaimana investor mau tertarik bekerja sama dengan PT SMU kalau performa perusahaan saja tidak menggairahkan," katanya.

Ia meminta jajaran komisaris dan direksi yang baru memiliki semangat baru serta bekerja secara profesional dan amanah. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah harus dibuktikan melalui peningkatan kinerja perusahaan.

Eman juga menyoroti kontribusi PT SMU terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan laporan yang dipaparkan dalam RUPS, target PAD perusahaan disebut sekitar Rp124 juta.

Menurut Bupati Eman Suherman, angka tersebut masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan potensi pendapatan dan bidang usaha yang dimiliki PT SMU. "Pendapatannya bagus, tetapi harus dikonversi menjadi PAD yang sehat. Percuma pendapatan tinggi kalau konversinya terhadap PAD hanya Rp124 juta," katanya menegaskan.

Ia bahkan mendorong dilakukannya evaluasi terhadap lini usaha yang dinilai tidak lagi produktif. Bidang usaha yang benar-benar kolaps dan tidak memiliki prospek, kata Eman, tidak perlu terus dipertahankan.

"Bagi subbidang usaha yang betul-betul kolaps dan tidak bisa menghasilkan, amputasi saja, jangan dipertahankan. Tetapi subbidang usaha yang lain harus didorong," ujarnya.

Terkait kemungkinan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, Eman Suherman memastikan hal tersebut belum menjadi pembahasan utama. "Belum ada penyertaan modal. Kita belum ke situ. Kita hanya ingin menyehatkan dulu organisasi ini," katanya.

Eman berharap RUPS menjadi titik awal pembenahan PT SMU agar mampu berkembang sebagai perusahaan daerah yang profitable. Keuntungan perusahaan nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Jadilah PT SMU yang profitable, bekerja secara profesional, menghasilkan PAD yang sehat dan memberikan manfaat bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Agenda utama PT SMU ke depan tidak sekadar berfokus pada peningkatan pendapatan perusahaan. Setiap aktivitas bisnis yang dijalankan ditargetkan mampu menghasilkan keuntungan serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....