Literasi Digital dan Finansial Dinilai Kunci Sukses Era Modern

  • 22 Jul 2026 13:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kepala Biro Humas dan Kerjasama sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UGJ Cirebon, Dr. H. Editya Nurdiana, SE., MM, menegaskan literasi digital dan literasi finansial merupakan dua kemampuan yang tidak dapat dipisahkan di era transformasi digital. Keduanya menjadi bekal penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara aman sekaligus mengelola keuangan dengan bijak.

Menurut Editya, perubahan gaya hidup masyarakat terlihat dari semakin tingginya ketergantungan terhadap telepon pintar dibandingkan dompet. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbagai aktivitas, mulai dari transaksi hingga penyimpanan data pribadi, kini telah beralih ke perangkat digital.

"Literasi digital dan literasi finansial itu adalah satu kesatuan yang hari ini tidak bisa dipisahkan. Orang akan panik ketinggalan HP dibandingkan dengan ketinggalan dompet. Karena semua yang ada di dompet ini hari ini telah dipindahkan ke handphone," ujarnya kepada RRI, Selasa, 21 Juli 2026.

Baca juga: Akademisi Ingatkan Anak Muda Bijak Hadapi FOMO dan Paylater Digital

Ia menjelaskan, handphone kini menyimpan berbagai informasi penting, seperti identitas kependudukan, dokumen pribadi, hingga layanan keuangan digital. Oleh sebab itu, masyarakat tidak hanya perlu menjaga perangkat secara fisik, tetapi juga memahami cara melindungi data dan mengelola transaksi digital secara bertanggung jawab.

"Ini adalah harta yang sangat berharga sekali ketika tidak dijaga. Bukan hanya dijaga physically-nya, akan tetapi kemudian yang harus kita jaga dan kita tanamkan dalam mindset kita itu tadi, sejauh manakah literasi kita terhadap finansial hari ini, dan sejauh manakah literasi kita terhadap digital ini," katanya.

Editya mengibaratkan perkembangan teknologi digital seperti sebilah pisau yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan oleh orang yang memiliki pengetahuan. Sebaliknya, minimnya pemahaman terhadap literasi digital dan finansial dapat membuat seseorang menjadi korban penyalahgunaan teknologi maupun pengelolaan keuangan yang kurang tepat.

Ia menambahkan, peningkatan literasi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi finansial agar masyarakat mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman tersebut juga perlu dibangun melalui perubahan pola pikir yang menempatkan literasi sebagai kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....