Bank Majalengka Catat Laba 120% di Usia 18, Siap Dongkrak PAD hingga Rp1,9 Miliar
- 02 Jul 2026 16:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majaengka - Di usia yang ke-18, Bank Majalengka menapaki fase baru dengan optimisme yang kian menguat. Mengusung tema "Menguatkan Kepercayaan, Berkolaborasi untuk Masa Depan", bank milik daerah ini mencatatkan tren kinerja yang semakin positif sepanjang tahun 2026.
Direktur Utama Bank Majalengka, Asep Muhamad Jamaludin, mengungkapkan bahwa capaian kinerja hingga pertengahan tahun menjadi indikator kuat arah pertumbuhan yang sehat. Hingga 30 Juni 2026, realisasi laba Bank Majalengka telah melampaui target yang ditetapkan.
"Dari target laba sebesar Rp1,51 miliar, kami berhasil mencapai Rp1,82 miliar atau sekitar 120,08 persen. Ini menjadi tanda bahwa tren kinerja Bank Majalengka semakin positif," ujar Asep, Kamis, 2 Juli 2026.
Baca juga: HUT ke-18 Bank Majalengka, Bupati Dorong Tingkatkan PAD di tengah Tren Positif
Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mengejar target akhir tahun. Hingga Desember 2026, Bank Majalengka menargetkan laba sebesar Rp4,7 miliar dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,9 miliar.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan setoran sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,38 miliar. Artinya ada peningkatan sekitar Rp600 juta dalam kontribusi terhadap PAD," ujarnya menjelaskan.
Di sisi lain, transformasi kelembagaan juga menjadi agenda strategis. Seiring mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Majalengka akan beralih status dari Perumda menjadi Perseroda.
Dalam proses ini, pemerintah daerah direncanakan akan menambah penyertaan modal sebesar Rp9,3 miliar. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur keuangan sekaligus mendorong ekspansi usaha.
Bupati Majalengka menekankan pentingnya peningkatan layanan dan inovasi produk. Langkah itu dilakukan agar lebih diminati masyarakat serta mendorong perekonomian daerah.
Menanggapi hal itu, Asep menyatakan kesiapannya untuk memenuhi target peningkatan kinerja. Ia optimistis, dengan tambahan modal yang direncanakan, kontribusi PAD dapat meningkat signifikan.
"Kami menyanggupi, apabila penyertaan modal terealisasi, maka target PAD bisa meningkat antara 25 hingga 30 persen," ujarnya menegaskan.
Tak hanya mengandalkan modal, Bank Majalengka juga mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah pengelolaan dana desa, termasuk Alokasi Dana Desa (ADD) dan Siltap, yang jumlahnya tersebar di 330 desa.
"Kami berharap minimal 100 desa dapat mempercayakan pengelolaan dananya kepada Bank Majalengka. Ini penting untuk meningkatkan penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit," ucapnya.
Dengan mengacu pada regulasi terbaru, pengelolaan keuangan desa oleh BPR milik pemerintah daerah dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat kinerja perbankan daerah. Jika sinergi tersebut berjalan optimal, peningkatan outstanding kredit, penghimpunan dana, hingga laba usaha diyakini akan ikut terdongkrak.
Di usia ke-18 ini, Bank Majalengka tak sekadar merayakan perjalanan, tetapi juga menegaskan arah transformasi. Dari penguatan kepercayaan hingga kolaborasi lintas sektor, bank daerah ini tengah bersiap melangkah lebih jauh, menjadi pilar ekonomi yang semakin kokoh bagi Majalengka 'Langkung SAE'.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....