OJK & BEI Resmikan Galeri Investasi di UNTAG Cirebon, Perkuat Literasi Keuangan

  • 30 Jun 2026 12:54 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon, Selasa 30 Juni 2026. Kehadiran galeri tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi pasar modal sekaligus mencetak investor muda yang memahami instrumen investasi legal dan mampu menghindari investasi bodong.

Peresmian berlangsung di depan ruang Galeri Investasi BEI Untag Cirebon yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor Untag Cirebon, Kepala OJK Cirebon, perwakilan Bursa Efek Indonesia, serta mitra sekuritas. Acara berlangsung penuh antusias sebagai tanda dimulainya operasional galeri investasi di lingkungan kampus.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pendirian galeri investasi merupakan bagian dari pelaksanaan mandat OJK sesuai Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK). Selain melakukan pengawasan, OJK juga memiliki tugas meningkatkan literasi, inklusi, perlindungan konsumen, serta mendorong pengembangan industri jasa keuangan.

"Sesuai dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang PPSK bahwa OJK tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga melakukan edukasi, literasi dan inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan industri itu sendiri," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan galeri investasi di perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengembangan pasar modal sekaligus mempersiapkan generasi investor masa depan. "Ruangan ini tidak hanya sekadar ruangan, tetapi sebuah jendela informasi yang nantinya akan menjadi Kawah Candradimuka para investor-investor baru, para pebisnis baru, yang mereka akan paham dan melek tentang keuangan," katanya.

Ia menambahkan, mahasiswa yang memperoleh pemahaman mengenai investasi akan mampu membedakan produk investasi legal dan ilegal, sehingga dapat mengedukasi masyarakat di sekitarnya. "Mencegah teman-temannya untuk berinvestasi pada produk investasi yang ilegal, dan juga mengajak mereka ketika ada uang dingin yang berlebih untuk belajar investasi pada instrumen yang legal dan diawasi oleh OJK," ucapnya.

Ia juga mengungkapkan tren investor pasar modal nasional yang terus meningkat. Saat ini, investor domestik telah mendominasi aktivitas pasar modal Indonesia.

"Kami berharap nanti akan muncul banyak investor-investor andal yang ada dari Cirebon Raya," ujarnya.

Kepala Wilayah 1 Bursa Efek Indonesia, Thasrif Muharfi, menjelaskan Galeri Investasi merupakan program nasional BEI yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pasar modal melalui lingkungan pendidikan. "Galeri investasi ini memang program dari Bursa Efek Indonesia yang bertujuan membangun awareness pasar modal kepada seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari lingkungan kampus," katanya.

Ia menilai mahasiswa perlu memahami mekanisme investasi beserta risiko yang menyertainya agar mampu mengambil keputusan investasi secara tepat. "Harapannya mahasiswa bisa lebih paham tentang pasar modal, tahu risiko dalam berinvestasi, sehingga mereka bisa mengambil keputusan investasi yang tepat ke depannya," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa edukasi mengenai instrumen investasi legal menjadi benteng penting agar generasi muda tidak mudah menjadi korban investasi ilegal. "Mereka bisa mengetahui instrumen-instrumen yang legal dan disiapkan oleh pemerintah sehingga dapat terhindar dari investasi-investasi bodong ke depan," katanya.

Menurutnya, jumlah investor pasar modal di Indonesia saat ini telah melampaui 28 juta investor dan didominasi kelompok usia muda antara 17 hingga 25 tahun. "Jumlah investor pasar modal saat ini lebih dari 28 juta investor. Dan itu didominasi oleh investor muda berusia 17 sampai 25 tahun. Peningkatannya juga sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir ini," jelasnya.

Dukungan terhadap pengembangan literasi pasar modal juga disampaikan Head of Regional Management Division KISI Sekuritas, Agastya Yoga Swara. Ia berharap galeri investasi dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang dipelajari di bangku kuliah."Kami sangat senang dan bangga bisa memberikan kontribusi, setidaknya dalam dunia akademisi di sektor pasar modal," katanya.

Ia berharap sinergi antara kampus, OJK, BEI, dan perusahaan sekuritas mampu melahirkan investor muda yang cerdas, bertanggung jawab, serta berkontribusi terhadap penguatan pasar modal nasional.

"Semoga galeri investasi ini bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa agar dapat memperdalam dan mempraktikkan secara benar ilmu mereka melalui pasar modal," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Untag Cirebon, Dr. Erna, menyambut baik hadirnya Galeri Investasi BEI di lingkungan kampus. Menurutnya, fasilitas tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai program studi, tidak hanya mahasiswa Fakultas Ekonomi.

"Kami merasa sangat senang dengan adanya peresmian ini. Galeri ini akan dimanfaatkan untuk mahasiswa kami, terutama mahasiswa yang memang tertarik dengan investasi. Bukan hanya untuk Ekonomi saja, tapi berbagai fakultas bisa bergabung di sini," katanya.

Pihak kampus juga berencana memperluas manfaat galeri investasi melalui kerja sama dengan SMA, SMK, dan organisasi kepemudaan di wilayah Cirebon agar semakin banyak generasi muda yang memahami investasi sejak dini.

"Kami akan menggandeng SMA-SMK yang ada di Cirebon untuk sama-sama belajar investasi. Di samping itu, kami juga akan bekerja sama dengan organisasi pemuda agar mereka dapat memanfaatkan galeri investasi ini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....