Kejahatan Keuangan Digital Meningkat, Mahasiswa Diminta Waspada

  • 06 Mei 2026 12:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon resmi menggelar Kick Off Bulan Literasi Keuangan bagi mahasiswa, khususnya dari program studi ekonomi, sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap risiko keuangan era digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Student Center Iman Hidayat, Universitas Kuningan (Uniku) pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyoroti maraknya penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin sering ditemukan di media sosial. Ia mengingatkan mahasiswa agar lebih kritis dalam menerima informasi serta menjaga keamanan data pribadi.

“Pemanfaatan AI semakin marak di media sosial, dan penipuan menggunakan AI juga semakin sering ditemui. Mahasiswa yang aktif di media sosial harus berhati-hati dalam mencerna informasi yang diperoleh,” ujarnya.

Agus juga menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk penggunaan identitas seperti KTP agar tidak disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. “Kerahasiaan data pribadi sangat mahal harganya, jaga dengan baik dan jangan sampai disalahgunakan. Bijaklah dalam bermedia sosial,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam sambutannya menekankan ancaman siber finansial yang kian meningkat seiring kemudahan akses layanan keuangan melalui perangkat digital. Ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut dapat menjerumuskan generasi muda pada perilaku konsumtif.

“Literasi keuangan merupakan fondasi awal dari kemandirian ekonomi masa depan. Sayangnya, untuk kalangan mahasiswa tingkat literasi ini relatif masih rendah. Jangan sampai karena kemudahan teknologi, kalian malah terjebak gaya hidup yang membelit diri pada pinjol dan judol,” katanya memaparkan.

Bupati Dian juga mengungkapkan bahwa wilayah Kuningan Timur saat ini memiliki angka cukup tinggi terkait warga yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Ia pun mengajak mahasiswa untuk menjadi pelaku ekonomi yang bijak dan investor yang cerdas, serta tidak mudah tergiur investasi ilegal.

“Jangan berinvestasi karena halusinasi atau angan-angan yang berlebihan. Investasi itu ibarat menanam pohon. Hasilnya tidak bisa langsung dipetik, tetapi butuh perawatan, kesabaran, dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Kuningan, Anna Fitri Hindriana, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai program literasi keuangan ini menjadi langkah penting dalam membekali mahasiswa menghadapi berbagai tantangan finansial di era digital.

“Kolaborasi ini merupakan langkah preventif yang sangat tepat untuk membentengi mahasiswa dari berbagai modus kejahatan finansial,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus mencetak lulusan yang cerdas dalam mengelola keuangan.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep keuangan. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....