Kredit Perbankan di Cirebon Tembus Rp48,19 Triliun pada Triwulan I 2026

  • 30 Apr 2026 16:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kinerja sektor perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon pada Triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit oleh Kantor Cabang Bank Umum tercatat meningkat 0,13% secara bulanan dan 37,01% secara tahun berjalan hingga mencapai Rp48,19 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masing-masing tumbuh 0,54% dan 1,16% secara tahun berjalan, sehingga tercatat sebesar Rp59,63 triliun untuk aset dan Rp41,31 triliun untuk DPK. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga di angka 3,61%.

Secara komposisi, penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit konsumsi sebesar 48,4% atau senilai Rp23,33 triliun. Namun dari sisi pertumbuhan, kredit investasi mencatat kenaikan tertinggi secara bulanan sebesar 0,95%, sedangkan secara tahun berjalan kredit konsumsi tumbuh paling tinggi sebesar 44,66%.

Di sektor perbankan syariah, kinerja juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pembiayaan yang disalurkan meningkat 1,30% secara bulanan dan 1,45% secara tahun berjalan menjadi Rp7,78 triliun.

Aset tercatat naik 0,52% secara bulanan menjadi Rp8,37 triliun, meskipun secara tahun berjalan mengalami penurunan 4,52%. Sementara itu, DPK tercatat sebesar Rp5,54 triliun atau turun 0,34% secara bulanan dan 6,44% secara tahun berjalan, namun masih dalam batas aman.

Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) perbankan syariah tetap terjaga di level 2,82%. Penyaluran pembiayaan masih didominasi oleh sektor konsumsi sebesar Rp6,06 triliun, sekaligus menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara tahun berjalan sebesar 3,15%, sedangkan pembiayaan modal kerja mencatat pertumbuhan tertinggi secara bulanan sebesar 24,56%.

Dalam keterangan rilis yang diterima RRI pada Selasa, 28 April 2026, OJK Cirebon menyebut capaian ini menunjukkan intermediasi perbankan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi, dengan risiko yang masih terkendali. Selain perbankan, kinerja Industri Keuangan Non-Bank di wilayah Ciayumajakuning juga menunjukkan perkembangan.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mencatat peningkatan signifikan dengan aset mencapai Rp54,84 miliar atau tumbuh 178,14 persen secara tahunan. Selain itu, DPK tercatat sebesar Rp23,54 miliar atau naik 72,94 persen, serta penyaluran pinjaman mencapai Rp33,61 miliar atau meningkat 76,03 persen.

Di sisi lain, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) mencatat pertumbuhan aset sebesar 0,88% menjadi Rp35,64 miliar. Namun, pembiayaan yang disalurkan mengalami penurunan 2,36% menjadi Rp17,55 miliar, sementara penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp10,47 miliar.

Secara keseluruhan, kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning pada awal tahun 2026 menunjukkan kondisi yang stabil dan bertumbuh. Hal ini seiring dengan upaya berkelanjutan dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan di masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....