Santri Kuningan Diberi Literasi Keuangan jelang Lebaran 2026
- 13 Mar 2026 11:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Menjelang Hari Raya Idulfitri, upaya memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda terus digencarkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada para santri yang telah memasuki usia pemilik KTP pemula.
Kegiatan bertajuk Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) tersebut menjadi langkah preventif untuk membekali generasi muda agar tidak terjebak berbagai bentuk kejahatan finansial digital yang marak terjadi, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga judi online.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan bahwa kelompok usia muda yang baru memiliki KTP termasuk kategori rentan karena secara hukum sudah bisa melakukan transaksi keuangan secara mandiri.
“Santri tingkat Aliyah rata-rata sudah berusia 17 tahun dan memiliki KTP. Mereka rentan karena secara hukum sudah bisa bertransaksi sendiri, misalnya menggunakan layanan PayLater atau bahkan pinjaman online. Karena itu kami berupaya menanamkan pemahaman sejak dini agar mereka bisa mandiri secara finansial tanpa terjerumus dampak negatif digitalisasi,” ujar Agus, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut dia, momen Ramadan hingga Idulfitri kerap dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menawarkan layanan keuangan yang tidak jelas legalitasnya. Generasi muda yang baru memiliki identitas resmi dinilai menjadi salah satu sasaran empuk karena masih minim pengalaman dalam mengelola keuangan.
Melalui program edukasi tersebut, OJK bersama perbankan syariah memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, serta cara mengenali layanan keuangan yang legal dan diawasi otoritas.
Sementara itu, mewakili pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Kiai Maman Kurman menyambut baik kolaborasi edukasi literasi keuangan tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk membekali santri agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
“Dalam keseharian mereka tidak menggunakan HP. Gawai dikumpulkan di asrama dan hanya diberikan saat liburan atau ketika ada kegiatan di luar pesantren. Edukasi literasi dari OJK dan BSI ini sangat membantu kami mengarahkan santri pada transaksi perbankan syariah yang berkah dan terhindar dari riba,” kata Maman.
Dalam sosialisasi tersebut, narasumber dari BSI Area Cirebon juga memaparkan berbagai tips mengelola keuangan secara aman di era digital, termasuk cara melindungi data pribadi, mengenali ciri-ciri penawaran investasi ilegal, serta pentingnya memilih layanan keuangan yang resmi dan diawasi otoritas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri yang sudah menjadi pemilik KTP pemula dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan, khususnya menjelang momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....