Akademisi Soroti Pentingnya Literasi Keuangan Nelayan Gebang Mekar

  • 03 Mar 2026 19:28 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Strategi meningkatkan literasi keuangan nelayan dengan pendapatan musiman dan fluktuatif menjadi perhatian serius di wilayah pesisir Gebang Mekar. Karakter penghasilan yang tidak menentu dinilai membutuhkan pendekatan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam , Dr. Hj. Dewi Fatmasari, S.E., M.Si, menilai penguatan literasi dan kemandirian keuangan nelayan merupakan langkah penting. Menurutnya, latar belakang ekonomi masyarakat pesisir harus menjadi pertimbangan utama dalam menyusun program pemberdayaan.

“Penguatan literasi dan kemandirian keuangan nelayan itu merupakan upaya yang sangat penting, terutama karena karakter pendapatan mereka cenderung musiman dan fluktuatif,” ujar Dewi Fatmasari pada RRI Selasa, 3 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa edukasi keuangan perlu dirancang sesuai kebutuhan riil masyarakat pesisir.

Ia menjelaskan, peningkatan literasi keuangan melalui edukasi yang digagas sudah menjadi langkah yang tepat. Namun, program tersebut perlu dievaluasi secara berkelanjutan agar materi yang diberikan benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari nelayan.

Selain edukasi, akses terhadap layanan keuangan formal juga menjadi faktor krusial. Pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dinilai mampu membuka peluang nelayan untuk terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan resmi.

"Jadi seperti misalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) nelayan, ini kan bisa membantu meningkatkan akses nelayan ke layanan keuangan formal gitu" ucap Dewi Fatmasari. Meski demikian, Dewi menekankan perlunya upaya mengurangi hambatan seperti biaya administrasi dan persyaratan yang dinilai masih cukup rumit.

Strategi berikutnya adalah pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan. Pembiayaan usaha yang tepat sasaran diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan stabilitas pendapatan.

Menurut Dewi, pendampingan dan pelatihan harus berjalan beriringan dengan penyaluran pembiayaan. Dengan demikian, nelayan tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga kemampuan manajerial untuk mengelola usaha secara efektif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....