Lesunya Ekonomi Tekan Realisasi Pajak Kendaraan Majalengka

  • 03 Nov 2025 19:15 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Majalengka: Lesunya daya beli masyarakat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai berdampak pada sektor penerimaan daerah, khususnya dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Hingga awal November 2025, realisasi penerimaan pajak kendaraan di Samsat Majalengka baru mencapai 77,28 persen dari target tahunan.

Data resmi per hari ini, Senin (3/11/2025) mencatat total penerimaan PKB Provinsi di Majalengka baru mencapai Rp 69,35 miliar atau setara dengan 251.338 unit kendaraan bermotor. Angka ini masih jauh dari target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 89,35 miliar.

Selain itu, realisasi Opsen PKB untuk Kabupaten Majalengka juga baru mencapai Rp 45 miliar, yang turut menunjukkan perlambatan serapan pajak akibat kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil.

Kepala P3DW Majalengka, Ricky Budiman Faried, didampingi Katim Pendataan dan Penetapan, Dian Martiana, mengungkapkan bahwa rendahnya capaian tersebut tak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

"Daya beli masyarakat di Kabupaten Majalengka memang masih lesu. Dampaknya langsung terasa pada menurunnya realisasi pajak kendaraan bermotor," ujarnya, Senin (3/11/2025)

Ricky menjelaskan, penerimaan harian PKB di Samsat Majalengka saat ini hanya berkisar Rp 307,76 juta, atau sekitar 1.033 unit kendaraan per hari. Padahal, idealnya angka tersebut bisa mencapai lebih dari 2000 kendaraan setiap hari untuk menjaga stabilitas penerimaan pajak.

Menurutnya, jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, maka capaian pajak kendaraan bermotor dikhawatirkan tidak akan mampu menembus target yang telah ditetapkan.

Meski demikian, P3DW Majalengka terus berupaya menekan kesenjangan penerimaan pajak dengan melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) dan Kendaraan Belum Melakukan Daftar Ulang (KBMDU).

Selain itu, tim juga melakukan penelusuran mandiri serta pemeriksaan kendaraan langsung di lapangan untuk memastikan validitas data dan optimalisasi penerimaan.

"Upaya intensif ini kami lakukan hingga akhir tahun untuk mengoptimalkan potensi penerimaan pajak sekaligus meningkatkan kesadaran wajib pajak," kata Ricky Budiman Faried.

Fenomena ini menjadi cerminan bahwa daya beli masyarakat Majalengka yang melemah turut menekan kinerja fiskal daerah, di mana sektor pajak kendaraan bermotor selama ini menjadi salah satu penopang utama Penerimaan Asli Daerah (PAD).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....