Siasati Kenaikan Dolar, HIPMI Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bisnis

  • 19 Jun 2026 16:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam HIPMI Kota Cirebon, terutama akibat meningkatnya harga bahan baku impor yang berdampak pada biaya produksi dan harga jual produk. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengusaha di tengah situasi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Pembahasan mengenai dampak kurs rupiah terhadap dunia usaha turut mencuat dalam kegiatan Business Matching HIPMI Kota Cirebon dan HIPMI Kota Bandung yang berlangsung di Versus Cafe & Bar Kota Cirebon, Selasa, 17 Juni 2026. Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi pelaku usaha untuk mencari strategi menghadapi tekanan ekonomi melalui kolaborasi bisnis.

Ketua BPC HIPMI Kota Cirebon, Hisyam Suleiman, mengatakan dampak kenaikan dolar tidak dirasakan secara seragam oleh seluruh pelaku usaha. Menurutnya, terdapat pelaku usaha berorientasi ekspor yang justru memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah, meskipun masih menghadapi kendala distribusi.

“Beberapa teman-teman ada yang eksportir juga. Yang eksportir ini malah happy juga, karena dolar naik, tetapi problemnya adalah kapalnya nggak bisa kirim juga,” ujar Hisyam kepada RRI.

Namun secara umum, kata dia, mayoritas pelaku usaha tetap merasakan dampak signifikan akibat naiknya harga bahan baku yang berkaitan dengan komoditas impor. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat dan memengaruhi harga jual produk di tingkat konsumen.

“Beberapa bahan baku harganya naik seperti plastik, biji plastik itu naik. Jadi itu menjadi kendala juga untuk kita karena bagaimanapun kenaikan HPP mempengaruhi kenaikan harga jual,” kata Hisyam.

Ia menambahkan kenaikan harga jual yang terjadi akibat bertambahnya biaya produksi berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Situasi tersebut membuat pelaku usaha harus mencari berbagai strategi agar tetap dapat menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tekanan ekonomi.

Menurut Hisyam, salah satu strategi yang saat ini dinilai paling efektif adalah memperkuat kolaborasi antaranggota HIPMI melalui pemanfaatan jejaring usaha yang dimiliki masing-masing anggota. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, memperluas pasar, hingga membantu penyelesaian berbagai persoalan usaha yang dihadapi anggota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....