Warkop Murah Ini Jadi Favorit Baru di Kuningan

  • 26 Jan 2026 23:41 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Menjamurnya kedai kopi modern dengan konsep estetik dan menu kekinian, warung kopi atau warkop justru kembali menemukan momentumnya. Tanpa hiruk-pikuk gaya hidup mahal, warkop hadir sederhana, namun sarat makna. Di tempat inilah obrolan mengalir apa adanya, tawa mudah tercipta, dan kebersamaan terasa lebih dekat.

Beberapa tahun terakhir, warkop kembali populer dan menjadi ruang nongkrong lintas generasi. Anak muda, pekerja, hingga masyarakat umum bertemu dalam satu meja tanpa sekat sosial. Tak ada tuntutan tampil trendi atau harus memesan menu tertentu. Cukup datang, duduk, menyeruput kopi, dan menikmati suasana.

Fenomena ini mencerminkan kerinduan masyarakat akan ruang sosial yang inklusif dan membumi. Warkop seolah menjadi antitesis dari tempat nongkrong modern yang serba cepat dan mahal. Harga yang terjangkau berpadu dengan suasana yang hangat, membuat waktu terasa lebih longgar.

Di Kabupaten Kuningan, geliat warkop kembali terasa hidup. Salah satunya Warkop Jambu Mas yang kini hadir di Jalan Siliwangi, Komplek Pertokoan Perhutani Utara. Meski menjadi lokasi terbaru, semangat yang diusung tetap sama: menghadirkan ruang kebersamaan yang sederhana namun bernilai.

Pengelola Warkop Jambu Mas, Ekoy, menuturkan bahwa warkop bukan hanya soal kopi dan makanan, tetapi juga tentang ruang bertemu dan berbagi cerita.

“Warkop itu bukan sekadar tempat ngopi. Di sini orang bisa berbincang, bertukar pikiran, dan membangun kebersamaan tanpa harus merasa canggung,” ujar Ekoy, Senin, 26 Januari 2026.

Menurutnya, kehangatan interaksi sosial menjadi daya tarik utama yang membuat warkop tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Obrolan yang mengalir alami dan suasana egaliter menjadi hal yang sulit tergantikan.

Dari sisi kuliner, Warkop Jambu Mas menghadirkan menu-menu yang akrab di lidah masyarakat. Beberapa di antaranya ketan hitam es krim, bubur jagung, pisang goreng gula aren, hingga menu berat seperti nasi ayam Bali dan nasi telur orak-arik. Tak ketinggalan menu khas warkop, mie ceira yakni mie instan rebus yang sederhana namun selalu dicari.

“Menu kami memang sederhana, tapi kami jaga kualitas rasa dan penyajiannya. Kami ingin pengunjung merasa nyaman, bukan hanya dari suasananya, tapi juga dari makanannya,” katanya.

Ekoy menambahkan, kesederhanaan justru menjadi kekuatan warkop. Dari tempat seperti ini tumbuh rasa memiliki, keakraban, dan keberkahan. Selain itu, keberadaan warkop juga ikut menggerakkan ekonomi kecil dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Sebelum hadir di Kuningan, Warkop Jambu Mas lebih dahulu membuka cabang di wilayah Cirebon, yakni di lingkungan Korem 063/Sunan Gunung Jati dan Kodim Karangjalak. Kehadiran cabang di Jalan Siliwangi, Komplek Pertokoan Perhutani, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi langkah lanjutan untuk mendekatkan warkop dengan masyarakat lokal.

Di tengah arus tren kuliner yang terus berganti, warkop membuktikan bahwa ruang-ruang sederhana dengan nilai kebersamaan tetap memiliki daya tarik kuat. Di balik secangkir kopi dan sepiring hidangan sederhana, selalu ada cerita yang ingin dibagi dan warkop menjadi tempatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....