Berikut Negara yang Pernah Melakukan Redenominasi
- 11 Nov 2025 16:35 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Sejumlah negara menjalankan redenominasi sebagai bagian dari reformasi keuangan untuk memperbaiki efisiensi transaksi dan memulihkan kepercayaan publik terhadap mata uang. Dilansir dari Bank Indonesia, dalam dokumen pengantar kebijakan redenominasi rupiah, penyederhanaan angka dilakukan saat ekonomi sudah stabil agar tidak menimbulkan gejolak harga.
Turki menjadi contoh negara yang berhasil menerapkan redenominasi. Pada 2005, pemerintah memangkas enam nol dari mata uang lira sebagai bagian pemulihan ekonomi setelah krisis besar. Dikutip dari IMF, Januari 2008, reformasi mata uang Turki membantu menekan inflasi dan mengembalikan kredibilitas lira di mata dunia keuangan.
Brazil pernah berkali-kali menata kembali mata uangnya sepanjang abad ke-20 akibat inflasi tinggi. Pada 1994, pemerintah memperkenalkan Real sebagai mata uang baru.
Dilansir dari IMF, Juli 1995, kebijakan tersebut disertai program stabilisasi makro yang membuat ekonomi Brazil mulai membaik. Di Jerman, upaya penyederhanaan mata uang dilakukan setelah Perang Dunia II.
Reformasi moneter 1948 menjadi tonggak pemulihan ekonomi dan finansial di Eropa Barat. Dikutip dari European Central Bank, November 2003, redenominasi ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan Jerman di era berikutnya.
Berbeda dengan contoh sukses tadi, Zimbabwe menjalankan redenominasi dalam kondisi hiperinflasi. Pemerintah memotong nol berkali-kali pada 2006 hingga 2009. Dilansir dari IMF, Februari 2009, langkah tersebut hanya bersifat sementara karena akar masalah ekonomi tidak diatasi secara menyeluruh.
Melihat berbagai pengalaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa redenominasi bisa efektif bila dilakukan dengan perencanaan yang kuat, komunikasi publik yang jelas, serta kondisi ekonomi yang sudah stabil. Jika dilakukan tergesa-gesa, hasilnya hanya akan memperbaiki tampilan angka tanpa menyelesaikan persoalan mendasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....