Swasembada Energi, Pertagas Tandatangani Perjanjian Jual Beli Gas
- 25 Sep 2025 15:51 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, menandatangani perjanjian jual beli gas bumi dengan PT Imbang Tata Alam (ITA), operator Wilayah Kerja Malacca Strait yang merupakan bagian dari PT Energi Mega Persada Tbk (EMP). Penandatanganan berlangsung di Bali pada Jumat, (19/9/2025).
Melalui kerja sama ini, Pertagas akan menyalurkan gas bumi melalui ruas pipa Koto Gasib Pusaka yang saat ini dioperasikan oleh Pertagas. Penyaluran gas tersebut akan memenuhi kebutuhan energi ITA sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Dukung Swasembada Energi, Pertagas Tandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan PT Imbang Tata Alam-1 (Foto:Dok.PT.Pertamina)
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, dan Direktur ITA, Kelik Rudi Suharya. Kedua belah pihak menyambut positif kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan bisnis perusahaan, khususnya dalam mendukung target lifting energi nasional dan mewujudkan swasembada energi.
"Pertagas, sebagai perusahaan infrastruktur energi, senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung kelancaran operasional ITA. Lebih dari itu, Pertagas juga siap untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan bisnis ITA di masa mendatang," ujar Indra.
Indra juga menekankan bahwa sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Ia berharap kerja sama ini terus berkembang dan memberi manfaat berkelanjutan bagi kedua pihak.
"Harapan besar kami, sinergi ini dapat terus tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat yang berkelanjutan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan dan kedaulatan energi nasional," ucapnya.
Direktur ITA, Kelik Rudi Suharya, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara sektor hulu (upstream) dan sektor midstream. Menurutnya, pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi merupakan langkah efisien dan berwawasan lingkungan.
“Penggunaan gas bumi sebagai energi transisi rendah emisi dalam operasional ITA merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi atau green emission,” kata Kelik.
Ia berharap proyek ini dapat segera beroperasi agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh semua pihak. Tidak hanya mendukung kelancaran operasional, tetapi juga memperkuat keberlanjutan energi nasional.
Pertagas dan ITA menegaskan komitmennya untuk mendukung target swasembada energi sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Selain itu, kedua perusahaan juga mendukung target pengurangan emisi dan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Saat ini, ruas pipa Koto Gasib Pusaka di wilayah Operation Rokan Area telah mengalirkan gas untuk kebutuhan PT Bumi Siak Pusaka, dengan kapasitas rata-rata 8 MMSCFD. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam sistem distribusi gas nasional.
Sebagai penggerak utama di sektor infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas terus berupaya menjaga keandalan penyaluran gas bumi dalam negeri. Upaya ini merupakan bentuk kontribusi nyata Pertagas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....