Program TAMASYA Hadirkan Solusi Pengasuhan Anak Holistik
- 24 Sep 2025 21:40 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam memperluas cakupan program ke wilayah Jawa Tengah, setelah sukses dilaksanakan di Jawa Barat.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 mencatat bahwa lebih dari 53 persen perempuan Indonesia usia produktif kini bekerja. Angka partisipasi perempuan bekerja di Jawa Tengah juga menunjukkan tren peningkatan.
Kondisi ini menuntut hadirnya sistem pengasuhan anak yang aman dan berkualitas. Hal tersebut penting agar para ibu tetap dapat produktif tanpa mengorbankan tumbuh kembang anak.
Penandatanganan kerja sama di Semarang menjadi tonggak penting dalam memperkuat layanan pengasuhan anak usia dini yang holistik dan terstandar. Program ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power dan BKKBN berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga. Kedua pihak juga mendorong perluasan akses layanan pengasuhan anak di masyarakat.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan pengasuh Taman Penitipan Anak (TPA) dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Selain itu, program ini juga menyediakan kelas pengasuhan bagi orang tua serta fasilitasi rujukan untuk anak yang membutuhkan intervensi khusus.
Program TAMASYA turut mendorong penerapan standar layanan di TPA milik perusahaan maupun TPA binaan masyarakat. Dukungan teknis dan koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari strategi penguatan layanan ini.
PLN Indonesia Power saat ini memperluas implementasi program di beberapa unit wilayahnya. Antara lain UBP Semarang, UBP Adipala, dan UBP Mrica.
Program TAMASYA telah menjangkau lima TPA binaan. Total anak yang diasuh mencapai 209, dengan melibatkan 49 pengasuh dan sekitar 100 orang tua dalam kelas pengasuhan.
Langkah ini mempertegas bahwa TAMASYA bukan sekadar inisiatif lokal. Program ini telah berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan peran aktif dunia usaha dalam pembangunan keluarga Indonesia.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan pentingnya investasi pada anak sejak dini. Menurutnya, melalui Program TAMASYA, perusahaan ingin memastikan anak-anak tumbuh ceria, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Para ibu juga dapat bekerja dengan tenang ketika anak-anak mereka berada dalam lingkungan pengasuhan yang aman dan berkualitas," ujar Bernadus, Sabtu (20/9/2025). Ia menilai peran pengasuhan yang baik sangat penting bagi pembangunan SDM unggul.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, menyampaikan bahwa program ini menjadi solusi nyata bagi ibu bekerja. Ia menyoroti kekhawatiran sebagian ibu bahwa karier mereka terganggu karena keterbatasan layanan pengasuhan.
“Program TAMASYA hadir sebagai solusi untuk memperkuat pengasuhan anak sekaligus mendorong partisipasi lintas sektor,” katanya. Ia berharap inisiatif ini dapat direplikasi di wilayah lain.
Melalui sinergi yang terbangun, PLN Indonesia Power dan BKKBN bertekad memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Tujuannya untuk memperluas layanan pengasuhan anak dan memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Program TAMASYA menjadi bukti bahwa inovasi sosial dapat berjalan berdampingan dengan strategi bisnis. Langkah ini sekaligus mendukung masa depan Indonesia yang lebih cerah dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....