Liberika Kuningan Siap Guncang Panggung Nusantara
- 07 Agt 2025 07:27 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan : Kopi Liberika asal Kuningan, Jawa Barat, akan turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Nusantara Liberica Coffee Exhibition yang digelar pada 9–10 Agustus 2025 di Gedung Sentra Massa KIPP, Ibu Kota Nusantara (IKN). Pameran ini akan menjadi panggung bagi berbagai jenis kopi Liberika dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk dari daerah Cipasung dan sekitarnya yang menjadi basis Kopi Liberika Kuningan.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menghadirkan sejumlah agenda menarik seperti sesi icip kopi, public cupping, pameran proses budidaya kopi, serta talkshow bersama para pakar kopi nasional. Para pengunjung akan dapat mencicipi langsung kekhasan rasa kopi Liberika dari berbagai daerah dan mengetahui lebih dalam mengenai potensi varietas kopi yang satu ini.
Pemilik Kopi Liberika Kuningan, Opik menyebut pameran ini merupakan momentum strategis untuk mengenalkan kopi Liberika sebagai masa depan baru industri kopi nasional. “Melihat poster ini, saya jadi terinspirasi. Kopi Liberika bukan hanya sekadar biji kopi, tapi adalah masa depan baru bagi industri kopi Indonesia dan dunia,” ujarnya kepada RRI, Kamis (7/8/2025).
Ia menambahkan, pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tapi juga panggilan bagi petani di seluruh Indonesia untuk mulai menanam dan mengembangkan kopi Liberika. “Bagi para petani kopi di seluruh Nusantara, ini adalah panggilan! Saatnya kita bersatu untuk menjadikan kopi Liberika sebagai gelombang baru. Bayangkan, dengan ciri khas rasa yang unik dan daya tahan tanaman yang luar biasa, Liberika memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan kita,” tegasnya.
Kopi Liberika sendiri merupakan salah satu dari tiga spesies utama kopi dunia selain Arabika dan Robusta. Berasal dari Liberia, Afrika Barat, kopi ini memiliki karakter pohon yang besar dan tinggi bisa mencapai 20 meter dengan daun lebar serta buah dan biji berukuran besar dan lonjong. Kopi Liberika dikenal tahan terhadap penyakit karat daun, sehingga cocok ditanam di dataran rendah maupun lahan gambut.
Cita rasa kopi Liberika sangat khas dan kompleks. Ia menawarkan profil rasa yang eksentrik, mulai dari fruity, woody, hingga floral, dengan aroma kuat dan aftertaste yang panjang. Keunikan ini menjadikannya semakin dilirik oleh pasar kopi spesialti dunia, termasuk oleh roaster dari Jepang, Timur Tengah, dan Eropa.
Di Indonesia, kopi Liberika tidak hanya tumbuh di Kuningan, tetapi juga berkembang di Jambi (Meranti dan Tanjung Jabung Barat), Kalimantan Barat (Sambas dan Goa Cullang), Kalimantan Timur, Kendal (Jawa Tengah), Wonosalam (Jawa Timur), serta wilayah Riau. Namun, belum semua daerah memiliki pengolahan pascapanen yang optimal. Di sinilah pentingnya edukasi dan dukungan terhadap petani untuk meningkatkan mutu produksi, termasuk dengan teknik fermentasi modern seperti natural, honey, dan anaerob.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Di antaranya adalah rendahnya produktivitas dibanding Robusta, minimnya akses ke pasar, serta masih terbatasnya pengetahuan petani tentang standar kopi spesialti. Namun, Opik optimistis, dengan kerja sama dan semangat kolektif, Liberika bisa menjadi simbol kebangkitan kopi Indonesia.
“Mari kita manfaatkan momentum ini. Tanamlah kopi Liberika, rawat dengan sepenuh hati, dan jadilah bagian dari revolusi kopi yang akan mengguncang dunia,” kata Opik saat menutup perbincangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....