Furniture Rotan Kabupaten Cirebon Sumbang Nilai Ekspor Terbesar

  • 26 Apr 2025 21:44 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat total nilai ekspor Kabupaten Cirebon di tahun 2024 lalu mencapai 429 juta dolar Amerika atau Rp6,7 triliun.

Sekretaris Disperdagin Kabupaten Cirebon, H. Rodiya mengatakan ekspor secara umum meningkat, tetapi untuk produk furniture mengalami penurunan sejak 10 tahun terakhir akibat berbagai kendala termasuk kebijakan impor dari negara tujuan. Dirinya mengakui ada beberapa komoditi unggulan di Kabupaten Cirebon untuk ekspor, salah satunya paling besar yaitu furniture rotan.

"Paling utama memang itu ekspor furniture rotan ada 31 persen angkanya, kemudian ada lagi tekstil dan produksi tekstil. Kita produksi benang, kain, garment diwilayah timur itu mempunyai kontribusi 30 persen terhadap nilai total ekspor di Cirebon. Kemudian ada alas kaki/sepatu kita juga ekspor itu ada 18 persen, berikutnya ada briket arang dan orang mungkin tidak tahu briket arang kelapa itu menjadi komoditi unggulan ekspor terutama ke negara-negara Timur Tengah. Selanjutnya ada tentu produk perikanan olahan hasil laut 25 persen, makanan segar, sayur mayur dan makanan minumanlah itu angkanya di 4 persen," katanya kepada rri.co.id, Sabtu (26/4/2025).

Menurut Rodiya, kontribusi khusus rotan paling besar ke negara Amerika Serikat sekitar 23,76 persen atau seperempat nilai ekspor Kabupaten Cirebon, bahkan ada sejumlah perusahaan yang mengekspor furniture rotan ke Amerika mencapai 70 persen. Adanya kenaikan nilai tarif pajak baru dari Amerika tambah Rodiya sangat memukul para pengusaha Furniture rotan dan mebel Kabupaten Cirebon dan masih mengharapkan upaya pemerintah pusat untuk bernegosiasi guna mencapai kesepakatan bersama mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak, termasuk penurunan tarif.

Mengingat para pengusaha membutuhkan kepastian aturan supaya bisa melakukan produksi tepat waktu, kualitas dan tepat sasaran." Jadi para pelaku usaha saat ini wait and see masih menunggu. Mereka kalau memang pastinya angkanya segitu ya sudah nanti dihitung lagi, Kita negosiasi lagi dengan buyer untuk cari win-win solution," ucap Rodiya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....