[HOAX] Penerima Vaksin Covid-19 mRNA akan Meninggal dalam 5-10 Tahun

  • 10 Jun 2024 12:22 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Akun Twitter @IhsanAlfatih3 mengunggah video presentasi seorang peneliti yang berbicara mengenai efek samping vaksin mRNA Covid-19. Ia menambahkan keterangan mengenai latar belakang peneliti yang bernama Prof. Dolores Cahill. Pengguna Twitter tersebut juga menuliskan klaim bahwa orang yang menggunakan vaksin Covid-19 akan meninggal dalam kurun waktu 5-10 tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta oleh Evarizma Zahra dari Turn Back Hoax Indonesia, konten tersebut salah karena tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Klaim dari Dr. Dolores Cahill tersebut sudah pernah dinyatakan “tidak terbukti” oleh factcheck.org pada salah satu artikelnya yang berjudul “Video: Irish Professor Makes Unfounded Claims about Long-Term Effects of mRNA Vaccines” atau "Profesor Irlandia Membuat Klaim Tidak Berdasar tentang Efek Jangka Panjang Vaksin mRNA"

Video dari artikel tersebut menjelaskan bahwa meskipun tidak ada vaksin atau dan/atau perawatan medis yang 100% aman, ‘clinical trials’ atau uji klinis selalu dilakukan untuk memeriksa apakah manfaat dari sebuah perawatan/obat lebih besar dari resikonya. Dan Vaksin mRNA telah lolos uji klinis serta dinyatakan aman.

Selain itu, klaim dari Dr. Dolores Cahill mengenai penerima vaksin mRNA Covid-19 yang akan meninggal dalam kurun waktu beberapa tahun telah membuka banyak diskusi mengenai kredibilitas Dr. Cahill sendiri dan seberapa jauh kebebasan dalam dunia penelitian medis. Hal ini salah satunya dibahas oleh McGill University, Office for Science and Society di artikelnya yang berjudul “The Strange Case of Dr. Cahill and Ms. Hyde.

Jadi, informasi yang disebarkan oleh pada akun twitter tersebut adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....