[HOAX] Covid-19 Direncanakan oleh Rockefeller Foundation

  • 18 Mei 2024 14:41 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Beredar sebuah postingan di platform media sosial Snack Video yang menunjukkan Komjen. Pol. (Purn). Dharma Pongrekun yang menyebut bahwa Covid-19 sebenarnya sudah direncanakan oleh Rockefeller Foundation. Ia juga mengatakan bahwa siapa pun yang mendapatkan vaksin Covid-19 akan dikontrol oleh AI dan kedokteran medis dibuat oleh Rockefeller Foundation pada tahun 1910.

Selain itu pada video disebutkan juga bahwa COVID-19 merupakan akronim dari Certificate Of Vaccine Identity Digital yang kemudian 19 yang merupakan huruf ke-1 adalah A yang berarti Artificial dan urutan huruf ke-9 adalah I yang berarti Intelligence.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta oleh Moch. Marcellodiansyah dari Turn Back Hoax Indonesia, klaim tersebut hanya konspirasi yang telah lama beredar sejak Juli 2020 yang tidak memiliki bukti yang mendasar.

Mengkutip dari laman Tempo.co, hasil studi di Scripps Research Institute oleh profesor imunologi dan mikrobiologi menunjukkan bahwa SARS-CoV-2, yang menjadi penyebab penyakit Covid-19 adalah proses dari evolusi alami, bukan virus yang sengaja dibuat. Kemudian, akronim COVID menurut WHO adalah Coronavirus Disease, dan angka 19 merujuk pada tahun munculnya virus SARS-CoV-2 pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, China.

Sebelumnya penyakit ini disebut juga sebagai “Virus Wuhan” atau “Virus China”, namun Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom menyebut bahwa pemberian nama penyakit tidak boleh merujuk pada lokasi geografis, nama hewan, dan nama individu atau nama kelompok yang berhubungan dengan penyakit agar tidak menimbulkan stigma di masyarakat.

Kemudian, klaim tentang kedokteran medis adalah buatan Rockefeller Foundation pada tahun 1910 adalah tidak mendasar karena pada laman resminya disebut bahwa Rockefeller Foundation berdiri pada tahun 1913, sedangkan penelusuran terkait sejarah kedokteran medis, Wikipedia mencatat sekolah Kedokteran pertama kali dibuka pada abad ke 9 bernama The Schola Medica Salernitana di Italia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedokteran medis sudah ada jauh sebelum Rockefeller Foundation berdiri.

Jadi, klaim Rockefeller Foundation yang merencanakan pandemi Covid-19 adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....