[HOAX] Bahaya Gelombang Panas di Indonesia, Malaysia, dan Singapura
- 12 Mei 2024 08:12 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Beredar sebuah pesan berantai di WhatsApp yang menginformasikan bahwa Indonesia tengah mengalami fenomena gelombang panas yang melanda Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Informasi tersebut muncul saat gelombang panas yang akhir ini sedang banyak diperbincangkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta oleh Arief Putra Ramadhan dari Turn Back Hoax Indonesia, informasi tersebut pernah muncul pada tahun 2019 untuk yang pertama kali. Informasi serupa kerap muncul setiap tahunnya. Diketahui, fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara lebih mendalam tidak termasuk kedalam kategori gelombang panas.
Negara-negara Asia saat ini seperti Bangladesh, Myanmar, India, China, Thailand dan Laos telah melaporkan kejadian suhu panas lebih dari 40°C yang telah berlangsung dalam beberapa pekan ke belakang. Pemerintah Thailand melaporkan sedikitnya 30 orang meninggal tahun ini akibat sengatan panas (heatstroke) dan pada Kamis 25 April lalu, Thailand telah mengeluarkan peringatan akibat insiden tersebut.
Melansir laman detik.com, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto membenarkan bahwa Indonesia tengah dilanda suhu panas. Hal ini disebabkan karena fenomena tahunan, yakni siklus gerak semu Matahari.
Menurut Guswanto, secara karakteristik fenomena suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu Matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Variasi suhu maksimum 34°C-36°C untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Secara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta, bulan April-Mei-Juni adalah bulan-bulan saat suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober-November.
Jadi, informasi bahaya gelombang panas antara 40 dan 50 °C Peringatan bagi warga Indonesian, Malaysia, dan Singapura adalah hoaks lama yang muncul kembali. Sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....