[HOAX] Farmasi ITB Klaim Suhu Makanan Pengaruhi Kesehatan Jantung
- 01 Nov 2024 13:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Akun Facebook “Erdi Mia Bekam” mengunggah narasi yang menyebut Farmasi ITB memberikan sebuah informasi bahwa “makanan dan minuman bersifat dingin akan mempengaruhi jantung”.
Namun, melansir laman Turn Back Hoax Indonesia klaim tersebut tidak benar atau hoaks.
Mengutip dari Tempo, Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah dan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Naomi Haswanto memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak pernah dipublikasikan oleh Sekolah Farmasi ITB.
Dalam artikel terpisah yang tayang Maret 2021, Tempo menemukan narasi (sebagaimana yang diunggah akun Facebook “Erdi Mia Bekam”) telah beredar sejak Februari 2019. Klaim tersebut sudah dinyatakan hoaks oleh laman kesehatan Klik Dokter.
Menurut laporan Klik Dokter pada Februari 2019, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Yoga Yuniadi, mengatakan bahwa suhu air sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegagalan organ jantung. Diketahui semua jenis makanan, mulai dari es hingga makanan yang baru matang sekali pun (bersuhu panas), akan mengalami penyesuaian suhu ketika memasuki saluran pencernaan.
Ia juga menjelaskan bahwa timbulnya penyakit jantung bukan karena suhu air atau makanan yang dingin atau panas, melainkan kandungan zat di dalamnya. Misalnya, jika makanan yang dikonsumsi tinggi kolesterol dan lemak, baik dalam suhu panas ataupun dingin, akan tetap berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selain itu, pada Agustus 2019 Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Tuko Srimulyo pernah mengatakan bahwa pesan berantai yang sudah beredar sejak lama tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil. Sehingga aman bagi penderita penyakit jantung koroner dengan kategori stabil.
Jadi, Sekolah Farmasi ITB tidak pernah merilis pernyataan “minuman dan makanan air es/dingin dapat mempengaruhi kesehatan jantung” dan klaim termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....