[HOAX] Kasus Autoimun Meningkat Setelah Vaksinasi Covid-19

  • 09 Okt 2024 16:44 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Akun Facebook “Tifauzia Tyassuma” mengunggah klaim yang menghubungkan vaksinasi Covid-19 dengan penyakit autoimun. Pengunggah menyatakan reaktivitas silang antara protein SARS-CoV-2 pada vaksin dan protein manusia dapat menyebabkan berbagai kondisi autoimun, dari dermatitis ringan, kerusakan organ, kelumpuhan, sampai kematian. Hingga Rabu hari ini, (9/10/2024), unggahan tersebut telah mendapatkan 226 tanda suka dan dibagikan 96 kali.

Melansir laman Turn Back Hoax Indonesia, klaim tersebut tidak benar.

Mengutip dari Tempo, peneliti Virologi dan Imunologi David Virya Chen telah membantahnya. Ia menekankan bahwa klaim mengenai autoimun akibat vaksinasi Covid-19 tidak akurat, sejauh ini vaksin Covid-19 terbukti memiliki risiko yang sangat kecil.

Chen juga mengatakan evaluasi terhadap vaksin membutuhkan Waktu, serta pemantauan jangka panjang selama 10 tahun.

Studi oleh Jung (2024) yang diterbitkan di Jurnal Nature menyimpulkan belum ada bukti kuat yang menunjukkan hubungan antara vaksinasi Covid-19 berbasis mRNA dan penyakit autoimun. Vaksinasi mRNA umumnya tidak terkait dengan peningkatan risiko sebagian besar kondisi autoimun.

Jadi, klaim kasus autoimun meningkat pasca vaksinasi Covid-19 merupakan informasi yang salah karena belum ada bukti yang jelas tentang hubungan jangka panjang antara vaksinasi mRNA dan penyakit autoimun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....