WPF UNESCO Tekankan Kompetensi Jadi Kekuatan Membangun Bangsa
- 07 Okt 2026 12:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Penghargaan internasional kepada Sultan Kacirebonan menyoroti peran individu dalam mengembangkan kompetensi bagi kepentingan bangsa. World Philosophical Forum UNESCO Indonesia melihat keberagaman kemampuan masyarakat sebagai modal penting dalam membangun kekuatan bersama.
National President World Philosophical Forum UNESCO Indonesia, H. R. H. Pangeran Mohammad Soleh Ridwan, menjelaskan setiap individu memiliki kompetensi berbeda. Perbedaan kompetensi tersebut tidak seharusnya digunakan untuk saling menekan, melainkan diarahkan menjadi kekuatan kolektif.
Menurutnya, kemampuan yang dimiliki masyarakat perlu diperkuat melalui kapasitas agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan. Bidang keahlian tertentu, termasuk teknologi informasi, dapat digunakan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan kemajuan bangsa.
“Setiap individu manusia Indonesia ini diberikan anugerah kompetensi yang berbeda-beda, bukan untuk menekan, menghianati, menzholimi, tetapi untuk menjadi satu kekuatan dari perbedaan itu,” ujarnya kepada media, Selasa, 6 Oktober 2026. Penguatan kapasitas membuat keahlian individu dapat berkembang sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.
Selain kompetensi dan kapasitas, Soleh menyebut potensi sebagai unsur yang perlu terus dikembangkan dalam pembangunan bangsa. Potensi mencakup sumber daya moral dan kemampuan lain yang dapat diperluas untuk memperkuat berbagai aspek kehidupan.
Pemanfaatan potensi tersebut harus tetap berlandaskan kesadaran agar kemajuan tidak kehilangan arah kemanusiaan bersama. Kesadaran menjadi fondasi utama dalam mengarahkan kemampuan individu supaya tetap sejalan dengan kepentingan bersama.
“Potensi itu apakah masih ada sumber daya baik secara moral, ya, maupun secara syariat yang kita bisa lebarkan untuk menguatkan seluruh aspek perjuangan dalam membangun bangsa ini dalam mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya. Konsep tersebut menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam menjaga keberagaman sekaligus membangun masa depan bangsa.
Penguatan kompetensi, kapasitas, dan potensi dapat membuat perbedaan menjadi energi positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai kemanusiaan kemudian menjadi pengikat agar seluruh kemampuan tersebut digunakan untuk memperkuat persatuan dan perdamaian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....