Permainan Tradisional Gobak Sodor dan Lainnya Bisa Menjadi Olahraga Nasional

  • 01 Okt 2026 00:47 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Permainan tradisional seperti gobak sodor, egrang, terompah panjang, tarik tambang dan berbagai permainan rakyat lainnya bukan hanya bagian dari kenangan masa kecil, tetapi juga memiliki unsur aktivitas fisik, ketangkasan dan kerja sama. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi olahraga tradisional. Gobak sodor, misalnya, melatih ketangkasan, kemampuan berlari, strategi dan kerja sama tim.

Salah satu alasannya mengapa Permainan Tradisional dapat dikembangkan menjadi Olahraga Nasional karena permainan tersebut memiliki aturan, aktivitas fisik dan nilai-nilai yang dapat dikembangkan menjadi pertandingan yang lebih terstruktur. Pemerintah melalui Kemenpora juga telah menyelenggarakan Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (POTRADNAS) sebagai wadah untuk memperkenalkan dan mengembangkan olahraga tradisional di tingkat nasional. POTRADNAS melibatkan berbagai daerah dan generasi muda dalam kompetisi permainan tradisional.

Prosesnya agar permainan rakyat dapat menjadi olahraga yang dipertandingkan secara nasional,permainan tradisional ini perlu memiliki aturan permainan yang jelas, sistem pertandingan, ketentuan peserta, wasit atau juri, serta standar penyelenggaraan yang dapat diterapkan secara konsisten.

Dengan aturan yang semakin terorganisasi, permainan yang sebelumnya dilakukan untuk rekreasi dapat dikembangkan menjadi olahraga masyarakat maupun olahraga tradisional yang memiliki kompetisi. Pemerintah juga menekankan pentingnya pembinaan dan pelestarian agar permainan tersebut tetap dikenal generasi muda.

Tidak hanya peran dari pemerintah pusat tapi pemerintah daerah, organisasi olahraga tradisional, sekolah, komunitas dan masyarakat juga memiliki peran. Kemenpora bersama Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) mendorong pelestarian olahraga tradisional sekaligus menjaga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dalam sejumlah kegiatan daerah, permainan seperti gobak sodor, egrang dan terompah panjang telah dikemas dalam bentuk festival maupun pertandingan.

Manfaat dari permainan tradisional menjadi olahraga nasional selain menjaga warisan budaya, permainan tradisional dapat menjadi sarana aktivitas fisik dan membangun interaksi sosial. Kemenpora menyebut olahraga tradisional dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus dikembangkan menuju prestasi. Permainan seperti gobak sodor juga melatih kecepatan, ketangkasan, fokus, strategi dan kerja sama antarpemain.

Pengembangan tidak harus menunggu kompetisi tingkat nasional. Sekolah, desa, kelurahan, komunitas dan pemerintah daerah dapat mengenalkan permainan tersebut melalui kegiatan olahraga maupun festival budaya. POTRADNAS ke-9, misalnya, diselenggarakan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 2023 dan menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga tradisional dapat dikemas dalam kegiatan berskala nasional.

Permainan tradisional seperti gobak sodor memiliki peluang untuk terus berkembang sebagai bagian dari olahraga nasional, terutama jika pelestarian budaya berjalan bersama dengan pembinaan, standardisasi aturan dan kompetisi yang teratur. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan juga menempatkan pembangunan keolahragaan sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Karena itu, permainan tradisional bukan hanya warisan masa lalu, tetapi dapat menjadi sarana aktivitas fisik sekaligus pelestarian identitas budaya Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....