Jejak Sejarah Muludan Cirebon Terekam sejak Awal Abad ke-19

  • 26 Agt 2026 17:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tradisi Muludan di Cirebon memiliki jejak sejarah panjang yang tercatat dalam arsip pemerintahan Hindia Belanda. Dokumentasi tersebut menjadi salah satu bukti keberadaan peringatan hari besar Islam di Cirebon sejak masa lampau.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, mengatakan tradisi Muludan telah berlangsung jauh sebelum berkembang menjadi bentuk seperti sekarang. Menurutnya, perubahan bentuk tradisi merupakan bagian dari dinamika kebudayaan yang mengikuti perkembangan zaman.

Meski sulit menentukan awal pastinya, sejumlah arsip memberikan petunjuk mengenai keberadaan tradisi Muludan di Cirebon.

Mustaqim menyebut arsip Almanak Nederlandsch-Indië tahun 1817 mencatat pelaksanaan peringatan hari besar Islam. Catatan tersebut memuat tradisi Muludan bersama sejumlah peringatan keagamaan Islam lainnya di wilayah Cirebon.

“Di dalam Almanak Nederlandsch-Indië tahun 1817 ini tradisi Muludan sudah digelar selain tradisi-tradisi keislaman lainnya seperti Suraan ya, kemudian juga Rajaban atau Isra Mi'raj,” katanya kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 2026. Dokumentasi tersebut menunjukkan Muludan telah menjadi bagian kehidupan keagamaan masyarakat Cirebon sejak awal abad kesembilan belas.

Mustaqim menjelaskan tradisi Muludan diperkirakan telah berkembang sejak masa awal berdirinya Cirebon. Namun, bentuk kegiatan pada masa tersebut belum tentu sama dengan pelaksanaan Muludan di keraton saat ini.

Menurutnya, inti peringatan tetap terlihat melalui pembacaan Kitab Barzanji atau Asrakalan dalam rangkaian kegiatan. Tradisi tersebut kemudian berkembang dengan berbagai unsur budaya dan kearifan lokal masyarakat Cirebon.

Peringatan Muludan juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad dan nikmat keimanan. Doa dalam rangkaian tersebut turut menjadi penghormatan kepada para leluhur yang berperan menyebarkan Islam.

Keberadaan arsip lama memperkuat posisi Muludan sebagai tradisi yang memiliki perjalanan sejarah panjang di Cirebon. Pelestarian tradisi tersebut menjadi penting untuk menjaga hubungan antara sejarah, agama, dan kebudayaan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....