Tradisi Maulid Nabi di Keraton Jawa Tumbuh dari Sejarah dan Budaya Lokal
- 26 Agt 2026 17:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan Maulid Nabi di sejumlah keraton Jawa memiliki tradisi berbeda sesuai sejarah dan kearifan lokal masing-masing. Cirebon mengenal Muludan atau Pelal Panjang Jimat, sedangkan Yogyakarta dan Surakarta melaksanakan tradisi Grebeg Mulud.
Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, mengatakan setiap wilayah memiliki bentuk tradisi yang berkembang berdasarkan perjalanan sejarahnya masing-masing. Perbedaan tersebut terlihat terutama dalam rangkaian kegiatan serta bentuk peringatan Maulid Nabi di lingkungan keraton.
“Ya kita kenal di Jawa khususnya nih ya ada ada Keraton Yogyakarta, ya ada Keraton Surakarta,” ucapnya kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 2026. Ia menjelaskan kedua keraton tersebut juga memiliki tradisi peringatan Maulid Nabi dengan karakteristik tersendiri.
Di Cirebon, puncak peringatan dikenal sebagai Pelal Panjang Jimat yang dilaksanakan pada malam 12 Rabiul Awal. Tradisi tersebut menjadi bagian puncak rangkaian Muludan yang berlangsung di sejumlah keraton Cirebon.
Mustaqim menyebut inti kegiatan di Cirebon salah satunya berupa pembacaan Maulid Berjanji melalui tradisi Asrakalan. Pembacaan tersebut dikenal masyarakat sebagai bagian dari kegiatan marhabanan dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad.
Sementara itu, Yogyakarta dan Surakarta mengenal tradisi Grebeg Mulud sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi. Perbedaan istilah dan rangkaian kegiatan menunjukkan adanya keragaman tradisi Islam dalam lingkungan keraton Jawa.
“Kalau kita di sini menyebutnya Muludan. Atau Pelal Panjang Jimat puncaknya itu,” katanya. Menurutnya, kekhasan tersebut menjadi identitas budaya yang membedakan tradisi keagamaan Cirebon dengan daerah lainnya.
Tradisi Cirebon juga memiliki rangkaian persiapan yang melibatkan masyarakat serta berbagai kearifan lokal. Persiapan tersebut mencakup kebutuhan logistik, kuliner tradisional, pengharum ruangan, hingga pembuatan ramuan.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi berkembang mengikuti karakter budaya masyarakat setempat. Muludan Cirebon kemudian menjadi bagian dari identitas sejarah dan kebudayaan masyarakat pesisir Jawa hingga sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....