Muludan Keraton Cirebon, Jejak Syiar Islam yang Terus Dilestarikan
- 26 Agt 2026 16:52 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Tradisi Muludan di keraton-keraton Cirebon menjadi bagian penting peringatan Maulid Nabi Muhammad setiap tahun. Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, mengatakan tradisi tersebut memiliki rangkaian panjang sebelum mencapai puncak Pelal Panjang Jimat.
Tradisi Muludan diyakini berkembang seiring pertumbuhan Cirebon sebagai wilayah yang memiliki hubungan erat dengan penyebaran Islam. Menurutnya, kemunculan Cirebon tidak dapat dipisahkan dari proses syiar Islam di wilayah Tatar Sunda.
“Ya kalau kita berbicara terkait kebudayaan yang di dalamnya itu juga ada tradisi, tentunya tradisi itu diciptakan ya terus juga dinamis mengikuti zamannya ya,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 2026. Ia mengatakan bentuk pelaksanaan tradisi dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan masyarakat dan zaman yang terus berlangsung.
Mustaqim menyebut keberadaan Muludan telah menjadi bagian kehidupan masyarakat Cirebon sejak masa awal berdirinya wilayah tersebut. Meski demikian, bentuk pelaksanaannya pada masa dahulu diperkirakan berbeda dibandingkan tradisi yang berlangsung sekarang.
Inti tradisi Muludan terlihat melalui Asrakalan atau pembacaan Kitab Barzanji dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi. Pembacaan tersebut menjadi bagian penting yang tetap dipertahankan dalam pelaksanaan Muludan di lingkungan keraton Cirebon.
Menurut Mustaqim, Muludan juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas kelahiran Nabi Muhammad dan nikmat keimanan. Rasa syukur tersebut kemudian diwujudkan melalui doa dan penghormatan kepada para leluhur penyebar Islam di Cirebon.
“Karena ini mempertimbangkan bahwa kemunculan Cirebon itu sendiri ya... adanya Cirebon itu sejarahnya tidak bisa dipisahkan dengan syiar Islam di khususnya Tatar Sunda,” katanya. Jejak sejarah tersebut memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan Islam dengan kebudayaan masyarakat Cirebon hingga kini.
Tradisi Muludan kemudian berkembang menjadi rangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara luas. Pelestariannya dinilai penting untuk menjaga kesinambungan sejarah serta nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....