Budayawan Cirebon Mendorong Pelestarian Budaya Lokal Melalui Pendidikan

  • 26 Agt 2026 14:46 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelestarian budaya Cirebon dinilai perlu diperkuat melalui pendidikan agar generasi muda tidak kehilangan pemahaman terhadap bahasa, seni, sastra, serta tradisi lokal yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Pemerhati Sejarah dan Budaya Cirebon, Jajat Sudrajat, berharap upaya tersebut dapat dilakukan secara terstruktur melalui sekolah dengan memperkuat pemahaman para pendidik mengenai budaya Cirebon.

Jajat mengatakan, gagasan untuk mengenalkan budaya Cirebon kepada anak-anak sekolah telah dibicarakan bersama pengurus Dewan Pendidikan Kota Cirebon pada pekan sebelumnya. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalur penting untuk mencegah budaya lokal semakin asing bagi generasi muda dalam beberapa tahun mendatang.

"Bahasa Cirebon 5-10 tahun yang akan datang kita sudah asing mendengarnya," ujar Jajat.

Ia menilai, keberadaan pembelajaran muatan lokal perlu diarahkan agar anak-anak juga mendapatkan pengetahuan mengenai budaya Cirebon, termasuk bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat. Menurutnya, budaya tidak hanya berkaitan dengan tradisi seperti Panjang Jimat, tetapi juga mencakup bahasa, seni, dan sastra yang saling berkaitan dalam membentuk identitas daerah.

Jajat mengatakan, penguatan pendidikan budaya harus diawali dengan peningkatan pemahaman para guru agar materi yang disampaikan kepada peserta didik tidak keliru dalam menjelaskan makna dan filosofi budaya Cirebon. Ia menilai, pendidik memiliki posisi penting karena menjadi salah satu pihak yang secara langsung meneruskan pengetahuan budaya kepada generasi berikutnya.

"Karena selama ini banyak guru-gurunya juga, kalau menurut saya, banyak guru-gurunya tidak paham akan makna daripada budaya Cirebon itu sendiri," kata Jajat.

Menurutnya, pengenalan budaya Cirebon kepada pelajar dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan, baik dalam pembelajaran maupun kegiatan di luar kelas yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Bentuknya dapat berupa kegiatan ekstrakurikuler, seminar, maupun forum group discussion atau FGD yang membahas berbagai aspek kebudayaan Cirebon.

Jajat berharap masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan budaya lokal agar generasi muda tidak hanya mengenal tradisi dari sisi kegiatan, tetapi juga memahami nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Upaya tersebut juga dinilai penting untuk memastikan tradisi seperti Maulid Nabi dan Panjang Jimat tetap memiliki makna bagi masyarakat Cirebon di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....