Kapolres Majalengka Tegaskan Jaga Budaya & Stabilitas Daerah
- 03 Agt 2026 21:32 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Di tengah balutan khidmat tradisi leluhur, kehadiran para pemimpin daerah dan aparat kepolisian menjadi penegas bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan perekat persatuan. Prosesi sakral Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung yang digelar di Museum Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka, menghadirkan harmoni antara nilai sejarah dan komitmen menjaga stabilitas keamanan.
Kepolisian Resor Majalengka Polda Jawa Barat mengedepankan langkah proaktif dalam memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengawalan jalannya prosesi adat hingga pengaturan mobilitas masyarakat yang memadati kawasan tradisi tersebut.
Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, hadir langsung di lokasi sebagai bentuk nyata komitmen institusi Polri dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga.
Acara adat ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI TB Hasanuddin, Bupati Majalengka Eman Suherman, Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdhan, Sekda Majalengka Aeron Randi, serta Dedi Supandi yang juga mantan Penjabat Bupati Majalengka. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh adat semakin memperkuat makna kebersamaan dalam acara tersebut.
Sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memastikan keamanan publik. Momentum ini mencerminkan bahwa pelestarian budaya berjalan seiring dengan upaya menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung menjadi ruang temu lintas elemen di mana sejarah dirawat, identitas diteguhkan, dan persatuan warga dipererat.
"Kami berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung berjalan aman, tertib, dan khidmat," ujar Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.
Kehadiran Polri, kata dia, bukan hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
"Sinergitas antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tokoh adat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus merawat warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Majalengka," katanya.
Kehadiran para pemimpin di tengah tradisi ini pun menjadi simbol kuat bahwa budaya adalah jembatan yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Majalengka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....