Sultan Kacirebonan Ajak Warga Hidupkan Kembali Warisan Rempah Cirebon
- 29 Jul 2026 17:27 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Keraton Kacirebonan menilai Festival Jalur Rempah Episode 3 Tahun 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali sejarah Cirebon sebagai salah satu jalur perdagangan rempah di Nusantara. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Cirebon Cultural Wellness Workshop Jamu Tradisional dan Jamu Perawatan Pengantin di Keraton Kacirebonan pada Selasa, 28 Juli 2026.
Bedasarkan Rilis Pemerintah Kota Cirebon, Sultan Keraton Kacirebonan ke-X, Pangeran Sultan Abdul Gani Natadiningrat, mengatakan Cirebon sejak dahulu memiliki posisi penting sebagai jalur perdagangan rempah karena letaknya di kawasan pesisir dan memiliki kerajaan. Menurutnya, sejarah tersebut menjadi alasan kuat untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang lahir dari tradisi rempah.
“Sejak dahulu Cirebon merupakan jalur rempah. Karena itu kami mendukung penuh kegiatan ini. Mudah-mudahan menjadi momentum yang produktif, tidak hanya menjaga nilai-nilai kebudayaan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Semoga workshop ini membawa manfaat sekaligus mengangkat kearifan lokal yang kita miliki," ucapnya.
Ia menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Jalur Rempah karena dinilai tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Workshop jamu tradisional menjadi salah satu bentuk upaya mengangkat kembali kearifan lokal yang dimiliki Cirebon.
Menurut Sultan Abdul Gani, kekayaan budaya yang dimiliki Cirebon perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman. Tradisi rempah dan jamu dinilai menjadi bagian penting dari identitas daerah yang harus diwariskan secara berkelanjutan.
Festival Jalur Rempah juga menghadirkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon, HARPI Melati Kota Cirebon, Keraton Kacirebonan, serta sejumlah mitra. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Ketua HARPI Melati Kota Cirebon, Wiwit Widyawati, mengatakan workshop diikuti 75 peserta dari wilayah Ciayumajakuning sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan jamu tradisional, khususnya dalam perawatan pengantin. Ia berharap kolaborasi antarlembaga dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya.
Sultan Abdul Gani berharap Festival Jalur Rempah dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan untuk memperkuat identitas budaya Cirebon. Menurutnya, pelestarian sejarah jalur rempah harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....