Lestarikan Jamu, Pemkot Cirebon Gelar Festival Jalur Rempah
- 29 Jul 2026 17:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon mendorong pelestarian tradisi jamu sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif melalui Festival Jalur Rempah Episode 3 Tahun 2026 bertajuk Cirebon Cultural Wellness Workshop Jamu Tradisional dan Jamu Perawatan Pengantin. Kegiatan tersebut digelar di Keraton Kacirebonan pada Selasa, 28 Juli 2026.
Bedasarkan Rilis Pemerintah Kota Cirebon, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mengatakan penyelenggaraan festival yang telah memasuki episode ketiga menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjaga kebudayaan serta keterampilan yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan berbagai pihak dalam melestarikan identitas budaya daerah.
“Saya sangat bangga dan bahagia karena kegiatan hari ini merupakan bagian dari Festival Jalur Rempah yang sudah memasuki Episode 3. Fakta bahwa kegiatan ini dapat terselenggara hingga tiga kali menunjukkan keseriusan dan komitmen kita bersama dalam melestarikan kebudayaan serta berbagai keterampilan yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Ia menjelaskan pembahasan mengenai jamu tradisional dan jamu perawatan pengantin tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk herbal kepada masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi pengingat atas pengetahuan leluhur dalam memanfaatkan bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
Siti Farida menilai tren back to nature yang berkembang saat ini membuka peluang bagi pelaku usaha, khususnya di sektor jasa pernikahan dan ekonomi kreatif. Karena itu, para perias pengantin didorong tidak hanya menguasai keterampilan tata rias, tetapi juga memahami pemanfaatan jamu tradisional sebagai nilai tambah dalam pelayanan.
Menurutnya, kolaborasi antara HARPI Melati Kota Cirebon, Keraton Kacirebonan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta sektor industri menjadi contoh sinergi yang mampu mengangkat budaya lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha jasa pernikahan di Kota Cirebon.
Ketua HARPI Melati Kota Cirebon, Wiwit Widyawati, mengatakan workshop diikuti 75 peserta dari wilayah Ciayumajakuning. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya berupa tradisi meracik jamu.
“Festival Jalur Rempah bukan hanya menjadi ajang untuk mengenang kejayaan jalur rempah Nusantara, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan tradisi meracik jamu sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia,” ujarnya.
Melalui Festival Jalur Rempah Episode 3, Pemerintah Kota Cirebon berharap tradisi jamu tetap lestari sekaligus berkembang menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif daerah. Sinergi antarlembaga juga diharapkan terus berlanjut agar pelestarian budaya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....