Keraton Kasepuhan Sambut Positif Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon

  • 20 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Keraton Kasepuhan Cirebon menyambut positif pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kota Cirebon pada Minggu, 10 Mei 2026, sebagai momentum pelestarian budaya, penguatan sejarah keraton, sekaligus promosi pariwisata Jawa Barat. Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan budaya dan eksistensi keraton di Kota Cirebon.

Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan budaya tersebut sangat tinggi karena budaya dinilai perlu terus diangkat dan diperkenalkan kepada publik. Menurutnya, pemilihan Keraton Kasepuhan sebagai salah satu lokasi kegiatan juga berkaitan erat dengan nilai sejarah yang dimiliki keraton di Cirebon.

“Memang kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang dihadiri oleh Pak Gubernur dan sekaligus kirab budaya dari beberapa kota kabupaten se-Jawa Barat untuk ditampilkan di tengah-tengah masyarakat Kota Cirebon. Antusiasnya sangat luar biasa karena budaya ini memang harus diangkat,” ujar Alexandra di Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan Keraton Kasepuhan tidak terlepas dari nilai historis yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk upaya menjaga bangunan, tradisi, hingga keberlangsungan para seniman lokal. Alexandra menilai sinergi antara pemerintah dan keraton menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kenapa penempatannya di sini? Karena keraton itu kan mempunyai sejarah tentunya. Oleh karena itu Pak Gubernur sangatlah memperhatikan bagaimana keraton ini mempunyai cerita sejarah,” kata Alexandra.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda sendiri berlangsung meriah dengan diikuti delegasi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, yang menampilkan beragam kesenian khas daerah di sepanjang ruas jalan Kota Cirebon. Ribuan warga tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan budaya, mulai dari Tari Topeng, Tari Godek Ayu, hingga Tari Kadempling yang menjadi daya tarik utama.

Suasana kirab semakin semarak saat arak-arakan kereta kencana membawa Mahkota Binokasih, pusaka bersejarah yang menjadi simbol kebesaran masyarakat Sunda dalam tema besar kegiatan “Mahkota Bertahta Cinta”. Kehadiran mahkota tersebut menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian masyarakat sepanjang pelaksanaan kirab budaya.

Alexandra menambahkan, pihak keluarga Keraton Kasepuhan menyambut baik perhatian pemerintah terhadap keraton dan berharap kolaborasi pelestarian budaya terus diperkuat di masa mendatang. “Kami keluarga tentunya sangat senang pemerintah memperhatikan apa yang keraton itu memang harus bekerja sama dengan pemerintah, berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita pemerintah dan leluhur kami juga agar keraton itu memang tetap lestari,” ucap Alexandra menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....