Tari Kendi Kawin Cai Kuningan Meriahkan Kirab Budaya Cirebon

  • 11 Mei 2026 19:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Kesenian khas Kabupaten Kuningan tampil mencuri perhatian dalam Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon, Minggu, 10 Mei 2026 malam. Dalam helaran budaya yang dipusatkan di jalur Gedung BAT hingga Alun-alun Sangkala Buana itu, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kuningan menampilkan Tari Kendi Kawin Cai yang dibawakan Sanggar Diwangkarasoka.

Tarian tersebut mengangkat tradisi adat Kawin Cai, ritual masyarakat Kecamatan Jalaksana yang dilakukan saat musim kemarau panjang untuk memohon turunnya hujan dan kelancaran sumber air bagi pertanian warga. Penampilan para penari dengan properti kendi menjadi simbol pentingnya air sebagai sumber kehidupan masyarakat agraris di Kuningan.

Subkoordinator Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kuningan, Rusim Fuadi, mengatakan Tari Kendi Kawin Cai sengaja dibawa ke ajang Milangkala Tatar Sunda sebagai bentuk pelestarian budaya lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Tradisi Kawin Cai merupakan warisan budaya masyarakat Kuningan yang memiliki makna kebersamaan dan penghormatan terhadap alam,” ujar Rusim, kepada RRI Cirebon, pada Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, ritual Kawin Cai berasal dari masyarakat delapan desa di wilayah Jalaksana, yakni Manis Kidul, Sadamantra, Nanggerang, Gara Tengah, Padangenan, Ciniru, Jalaksana, dan Japara. Seluruh desa tersebut selama ini menggantungkan kebutuhan air pertanian dari sumber mata air Telaga Balong Dalem Tirta Yatra di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Menurut Rusim, dalam tradisi aslinya ritual Kawin Cai dilaksanakan ketika masyarakat mengalami kekeringan dan pasokan air mulai berkurang. Prosesi adat dilakukan sebagai bentuk doa bersama agar hujan turun dan lahan pertanian kembali subur.

“Dulu pelaksanaannya memiliki waktu khusus. Namun sekarang mulai menyesuaikan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu,” katanya.

Penampilan Tari Kendi Kawin Cai di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda mendapat sambutan meriah dari warga yang memadati jalur kirab. Atraksi budaya tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan tradisi lokal Kuningan di tingkat Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....