Pagelaran Saptawara Gegesik Jadi Ajang Regenerasi Dalang Muda

  • 11 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pagelaran Wayang Kulit Pedalangan Gegesik di Alun-alun Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, menjadi ajang regenerasi dalang muda sekaligus upaya pelestarian seni budaya tradisional. Kegiatan bertajuk “Saptawara” tersebut digelar pada 8 hingga 14 Mei 2026 dan diikuti para seniman pedalangan dari Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno mengatakan, penyelenggaraan Saptawara yang memasuki tahun ke-33 menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat Gegesik dalam menjaga tradisi budaya daerah. Ia menyebut, tidak banyak kecamatan di Kabupaten Cirebon yang mampu mempertahankan pagelaran budaya secara konsisten hingga puluhan tahun seperti yang dilakukan masyarakat Gegesik.

“Gegesik menjadi salah satu kecamatan yang terus menjaga tradisi seni pedalangan dan melahirkan regenerasi dalang,” katanya. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 8 Mei 2026, dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Menurutnya regenerasi menjadi hal penting dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional, karena para dalang senior pada waktunya akan digantikan generasi muda. Ia menilai minat generasi muda terhadap seni tradisional perlu terus didorong agar budaya pedalangan tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

“Generasi pedalangan harus terus dikembangkan dan diregenerasikan. Pemerintah daerah mengapresiasi Gegesik yang tetap konsisten melahirkan dalang-dalang muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kecamatan Gegesik selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung seni dan budaya di Kabupaten Cirebon, khususnya dalam bidang pewayangan. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terus menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap diminati masyarakat luas.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung pelaksanaan pagelaran budaya seperti Saptawara. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu terus dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus dalang, Sudarso mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para kuwu yang ikut membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya dukungan pemerintah sangat dibutuhkan para seniman dalam menjaga pelestarian budaya sekaligus membina regenerasi dalang muda di Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan dan bimbingan," katanya. Menurutnya hal itu penting agar kegiatan tersebut dapat terselenggara setiap tahun sebagai bagian dari pelestarian budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....