Maknai Hari Tari 2026, Inu Sujana Arja Tekankan Spirit Budaya

  • 30 Apr 2026 15:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pewaris Tari Topeng Cirebon gaya Slangit, Inu Sujana Arja, memaknai Hari Tari Sedunia 2026 sebagai momentum untuk menegaskan bahwa tari tradisional bukan sekadar gerak. Ia menyebut tari sarat pesan, nilai edukasi, dan spirit budaya yang harus dipahami secara mendalam oleh para pelakunya.

Hal itu disampaikannya dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pandangan mengenai makna seni tari tradisi.

Dalam kesempatan tersebut, ia terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada para insan tari di seluruh dunia. Ia juga menekankan pentingnya pemaknaan tari secara luas, bukan hanya sebatas teknik gerakan, tetapi juga filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ia menjelaskan bahwa seni tari tradisi, khususnya Tari Topeng Cirebon, memiliki fungsi sebagai media penyampai pesan. Selain itu, tari juga menjadi tuntunan kehidupan bagi masyarakat.

“Selamat Hari Tari untuk seluruh dunia. Jadi, kalau kita memaknai sebuah istilahnya tari gitu, bahwa seni tari tradisi tentunya membawa pesan, membawa amanatkan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam tradisi Cirebon, tari tidak hanya menjadi tontonan. Tari juga menjadi tuntunan yang mengandung nilai edukatif bagi penikmat maupun pelakunya.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap tari harus dilakukan secara komprehensif. Hal ini karena di dalamnya terdapat berbagai spirit yang membentuk makna kesenian itu sendiri.

“Kalau kita istilahkan bahasa kita di Cirebon itu kesenian bentuk tari yang mengandung edukasi atau lebih tepatnya itu kesenian atau tontonan yang mengandung tuntunan,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap generasi muda tidak hanya mempelajari gerakan tari. Generasi muda juga diharapkan memahami nilai dan filosofi yang menjadi ruh dari kesenian tradisional di tengah arus digitalisasi.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....