Dalang Indramayu Lestarikan Wayang Kulit
- 09 Apr 2026 21:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Ade Nun Sairin mengaku sebagai salah satu cucu pewaris dalang kondang Indramayu, Ki Sumyuk. Ia kini tinggal di kawasan Jalan Sutejo, Kabupaten Indramayu.
Ade menjelaskan Ki Sumyuk merupakan dalang wayang kulit yang terkenal pada masanya. Peninggalan berupa wayang kulit masih tersimpan hingga kini dalam dua kotak.
Setiap kotak berisi sekitar 120 wayang sehingga total mencapai 240 buah. Wayang tersebut terbuat dari kulit kerbau dan dibuat langsung oleh Ki Sumyuk.
Ki Sumyuk memiliki tiga anak, yakni Ki Surjanah, Ki Gonda, dan Nyi Sondari. Dua di antaranya, Ki Surjanah dan Ki Gonda, meneruskan profesi sebagai dalang wayang kulit.
Ki Surjanah memiliki satu anak bernama Kastinih, sementara Ki Gonda tidak memiliki keturunan. Wayang kulit peninggalan Ki Sumyuk kemudian diwariskan kepada Kastinih dan masih terjaga hingga sekarang.
Ade menyebut dari sembilan keturunan Kastinih tidak ada yang meneruskan profesi sebagai dalang. “Kami sebagai keturunan tidak ada yang meneruskan menjadi dalang karena tidak mudah dan ada ritual tertentu yang harus dijalani,” ujarnya.
Ia menambahkan peninggalan wayang kulit tersebut masih disimpan oleh keluarga hingga kini. “Sampai sekarang peninggalan Ki Sumyuk berupa wayang kulit masih ada di keluarga kami,” kata Ade.
Ade berharap pemerintah atau kolektor dapat membantu merawat warisan tersebut. Ia menyebut keluarga telah bermusyawarah terkait kemungkinan penjualan sebagai bentuk pelestarian.
“Kami keluarga telah sepakat, terutama ibu kami Kastinih mengizinkan untuk menjualnya,” ucapnya pada Kamis, 9 April 2026.
Sementara itu, Ki Gonda dikenal sebagai salah satu dalang pewaris tradisi wayang kulit di Indramayu. Meski tidak seterkenal Ki Sumyuk, ia termasuk generasi yang menjaga naskah-naskah tradisional.
Berdasarkan catatan, Ki Gonda bersama sejumlah dalang lain memiliki bagian dari puluhan naskah pertunjukan. Naskah tersebut memuat kisah Hindu, Islam, dan Jawa yang dibawakan dalam pertunjukan wayang kulit.
Dalam pertunjukannya, Ki Gonda menyampaikan lakon Mahabharata, Ramayana, serta cerita lokal seperti Babad Dermayu. Ia menggunakan bahasa khas Indramayu yang dekat dengan masyarakat pesisir.
Ki Gonda juga disebut pernah menjual sebagian peninggalan keluarga untuk kebutuhan hidup. Hal ini menunjukkan tantangan ekonomi yang dihadapi para dalang di tengah perubahan zaman.
Secara umum, Ki Gonda merupakan dalang pewaris tradisi yang menjaga keberlangsungan wayang kulit Indramayu. Meski dokumentasi terbatas, perannya tetap penting dalam melestarikan budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....