Disbudpar Cirebon Kaji Display Rel Sukalila meski Bukan Cagar Budaya

  • 07 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menanggapi polemik pembongkaran rel kereta di atas Sungai Sukalila. Struktur tersebut belum tercatat sebagai bangunan maupun objek cagar budaya, namun memiliki nilai sejarah yang tetap perlu dipertimbangkan.

Disbudpar menilai rel tersebut dapat didokumentasikan dan ditampilkan kepada masyarakat melalui skema display yang masih dibahas bersama PT KAI. Selain aspek sejarah, faktor keselamatan dan kondisi teknis di lapangan juga menjadi pertimbangan dalam penataan kawasan sungai.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap rel di Sungai Sukalila. Hasilnya, rel tersebut belum masuk dalam register cagar budaya meski memiliki nilai historis.

“Untuk rel yang di atas Sungai Sukalila itu memang belum tercatat di register bangunan cagar budaya maupun objek cagar budaya, namun ada cerita penting keberadaan rel itu di masa lalu,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 3 April 2026. Pernyataan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek sejarah dalam penanganannya.

Agus menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan PT KAI untuk menyelamatkan sebagian elemen rel yang masih tersisa. Nantinya, display akan dilengkapi dokumentasi foto dan narasi sejarah terkait fungsi rel sebagai jalur transportasi dari pelabuhan.

“Kami sedang berkoordinasi dengan PT KAI bahwa ada sisa-sisa atau sebagian rel kemudian bantalan dan beberapa ornamen lainnya yang nanti akan kita display,” katanya. Lokasi display masih bersifat opsional, baik di Sukalila, area PT KAI, maupun museum.

Menurutnya, tidak seluruh bagian rel akan dipertahankan di lokasi semula karena kondisi material yang sudah rapuh. Selain berisiko bagi keselamatan, keberadaan rel juga dapat mengganggu lingkungan saat debit air meningkat.

“Kondisi rel itu juga sudah sangat mengkhawatirkan dari sisi keselamatan,” ucapnya. Ia menambahkan, rel berpotensi terkikis dan menjadi tempat tersangkutnya sampah saat air melimpah.

Agus menegaskan rel tersebut merupakan aset milik PT KAI sehingga penanganannya dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan Sungai Sukalila agar lebih aman dan tertata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....