Pelabuhan Cirebon Dorong Ekonomi Maritim Abad ke-15
- 30 Mar 2026 13:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Peran pelabuhan-pelabuhan kecil di wilayah Cirebon menjadi faktor penting dalam perkembangan perdagangan maritim Nusantara pada abad ke-15 hingga 18. Wilayah ini sejak awal dikenal sebagai kawasan pesisir yang strategis dalam jalur perdagangan.
Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, menyebut sebelum dikenal sebagai Cirebon, wilayah ini terdiri dari sejumlah negeri pesisir seperti Singapura di kawasan Selancang dan Japura. Keberadaan wilayah pesisir dan dataran tinggi menjadi kekuatan geografis yang menunjang pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan, wilayah Cirebon terbagi antara daerah pesisir atau Cirebon Larang dan wilayah dataran tinggi atau Cirebon Girang. Di kawasan pesisir, terdapat pelabuhan sungai seperti Sungai Singapura, Sungai Krian, dan Sungai Japura yang menjadi penopang aktivitas perdagangan.
“Pelabuhan-pelabuhan sungai ini menjadi penopang utama perekonomian Cirebon pada masa awal pertumbuhannya,” ujar Mustaqim kepada RRI Senin, 30 Maret 2026.
Lebih lanjut, Mustaqim mengungkapkan bahwa posisi strategis Cirebon membuatnya terhubung dengan jalur perdagangan maritim internasional. Hal ini bahkan tercatat dalam naskah Tiongkok kuno berjudul Shun feng Xiang Song yang menjadi panduan navigasi pelayaran.
“Dalam naskah tersebut, Cirebon disebut sebagai salah satu bandar yang disinggahi kapal dari berbagai wilayah di pesisir utara Jawa,” ucapnya.
Seiring perkembangan Islam dan interaksi antarbangsa, masyarakat Cirebon mengalami transformasi sosial yang signifikan. Dari yang awalnya masyarakat nelayan, berkembang menjadi masyarakat perdagangan dengan karakter multietnis.
“Cirebon berkembang dari fishing society menjadi trading society seiring dengan pengaruh perdagangan dan penyebaran Islam,” katanya.
Ia menambahkan, kemajuan tersebut mendorong lahirnya kekuatan politik yang mandiri di bawah kepemimpinan Sunan Gunung Jati. Pada masa itu, Cirebon tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga pusat budaya dan penyebaran agama.
Dengan potensi geografis, ekonomi, dan keberagaman budaya, Cirebon mampu bersaing dengan bandar lain seperti Banten. Kondisi ini menjadikan Cirebon sebagai salah satu wilayah penting dalam jaringan perdagangan maritim Nusantara pada masanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....