Halal Bihalal, Memaafkan dan Meminta Maaf Jadi Kunci Penyempurna Ibadah Ramadan

  • 29 Mar 2026 13:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Momentum bulan Syawal menjadi waktu penting bagi umat Islam untuk mempererat kembali hubungan sosial melalui tradisi halal bihalal. Hal ini disampaikan Ustaz H. Ahmad Sholeh Muhsin, Lc., dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dalam dialog tersebut, ia menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna mendalam dalam kehidupan beragama. “Halal bihalal ini adalah bahasa Arab yang hanya khusus dipakai di Indonesia dan tidak ditemukan di negara Arab,” ujarnya.

Ustaz Ahmad menjelaskan, secara bahasa kata “halal” memiliki makna melepaskan ikatan atau mengurai sesuatu yang kusut. “Halal itu artinya melepaskan simpul yang terikat, mengurai yang kusut, dan menyambung sesuatu yang terputus,” katanya.

Ia menambahkan, esensi utama halal bihalal mencakup dua hal penting, yaitu memaafkan dan meminta maaf. “Esensi daripada halal bihalal ini adalah dua, satu memaafkan dan kedua adalah meminta maaf,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan manusia dengan Tuhan (hablun minallah) umumnya telah diperbaiki selama Ramadan melalui ibadah puasa dan amalan lainnya. Namun, hubungan antar sesama manusia (hablun minannas) sering kali masih menyisakan persoalan.

“Yang tersisa adalah bagaimana hubungannya dengan sesama manusia, karena ini sesuatu yang sangat sulit,” katanya. Ia menegaskan bahwa dosa kepada sesama tidak cukup hanya dengan tobat, tetapi harus diselesaikan dengan saling memaafkan.

Ia juga mengingatkan bahwa ego dan dendam sering menjadi penghalang seseorang untuk meminta maupun memberi maaf. “Seringkali lisan kita terikat oleh ego dan dendam, sehingga sulit untuk meminta maaf,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa memaafkan justru akan mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah. “Kalau kita memaafkan, itu bukan kehinaan yang kita dapat, tetapi kemuliaan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyarankan agar halal bihalal dijadikan momentum memperbaiki silaturahmi yang sempat renggang. “Jadikanlah ajang untuk menyambung kembali hubungan yang sempat renggang,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan halal bihalal sebagai penyempurna ibadah Ramadan. “Mari kita sempurnakan ibadah kita dengan saling memaafkan dan meminta maaf agar mendapatkan ridha Allah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....